PANGKALANKERINCI-(pekanbarupos.co)-Minimnya penerangan di sepanjang jalan koridor PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) atau yang dikenal sebagai Jalan Langgam, Pangkalan Kerinci, Pelalawan, kembali menjadi perhatian warga.
Hampir sepanjang akses jalan tersebut masih minim lampu penerangan. Hanya terdapat beberapa titik yang dilengkapi lampu jalan, sementara sebagian besar ruas jalan masih gelap ketika malam hari.
Kondisi ini dinilai cukup mengkhawatirkan karena jalan koridor tersebut tidak hanya digunakan untuk kepentingan operasional perusahaan, khususnya sebagai jalur angkutan bahan baku kayu menuju pabrik kertas, tetapi juga menjadi akses penting bagi masyarakat.
Terlebih, pada ruas mulai KM 1 hingga KM 7, kawasan di kiri dan kanan jalan mulai banyak dihuni masyarakat. Aktivitas kendaraan pun cukup padat, termasuk pada malam hari.
Minimnya penerangan membuat berbagai potensi bahaya sulit terlihat oleh pengendara. Salah satunya potongan kayu, ganjalan maupun material lain yang terkadang berada di badan jalan dan berpotensi menyebabkan kecelakaan, termasuk kecelakaan tunggal.
Warga berharap kondisi tersebut mendapat perhatian serius. Salah satu solusi yang dinilai cukup sederhana adalah memasang lampu penerangan pada tiang-tiang listrik yang telah berdiri di sepanjang jalur tersebut.
Ketua RT 003 RW 005 Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Syahruddin Siregar, membenarkan kondisi minimnya penerangan di jalan utama akses road PT RAPP tersebut.
“Memang perlu lampu jalan. Tak hanya wilayah kita, tapi mulai KM 1 sampai KM 7 itu sudah padat warga. Belum lagi kendaraan yang banyak melintas di jalur ini,” katanya, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, penerangan jalan bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui BUMD Tuah Sekata maupun pihak perusahaan dapat mencarikan solusi dengan menambah lampu penerangan di sepanjang ruas jalan tersebut.
“Kalau bisa tiap tiang listrik itu dipasang lampu. Ini kok gelap kayak kita di kampung saja. Padahal kita ini di ibu kota kabupaten,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Khomsun, warga Komplek SMP-SMA Plus Al Bayan. Ia mengatakan, kawasan Al Bayan sendiri telah memiliki penerangan di tepi jalan utama, namun kondisi berbeda masih terlihat di sejumlah ruas lainnya.
“Alhamdulillah untuk Al Bayan kita sudah pasang di tepi jalan utamanya. Tapi tempat lain sangat kurang. Masih banyak gelap,” katanya.
Menurut Khomsun, kondisi gelap pada malam hari cukup berisiko bagi pengendara. Sebab, keberadaan benda yang berada di badan jalan tidak selalu dapat terlihat dengan jelas.
“Padahal rawan kalau malam hari karena tidak tahu ada potongan kayu, ganjalan truk yang ditinggal di badan jalan. Warga yang tidak nampak bisa nabrak,” ujarnya.
Warga berharap persoalan penerangan ini tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan terlebih dahulu. Dengan memasang lampu pada titik-titik yang selama ini gelap, akses koridor tersebut diharapkan menjadi lebih aman bagi kendaraan perusahaan maupun masyarakat yang setiap hari melintas.
Apalagi, ruas jalan tersebut berada di kawasan ibu kota Kabupaten Pelalawan yang terus berkembang dan semakin ramai dihuni masyarakat.(amr)
Pekanbaru Pos Riau