Jumat , 9 Oktober 2026

SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI

BATAM (pekanbarupos.co) -Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau mendorong perusahaan media beradaptasi menghadapi perubahan pasar, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta tekanan efisiensi operasional.

Langkah itu menjadi fokus Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) SPS Riau 2026 di Zest Hotel Batam, Jumat–Sabtu, 9–10 Oktober 2026.

Mengusung tema “Restrukturisasi Organisasi Media yang Adaptif terhadap Perubahan Pasar dan Efisiensi Operasional”, kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi pengurus sekaligus merumuskan strategi untuk menjaga keberlanjutan perusahaan pers.

Ketua SPS Riau, Saidul Tombang, saat membuka kegiatan mengajak seluruh pengurus memperkuat persatuan dalam menghadapi krisis industri media dan pesatnya perkembangan teknologi.

Menurut dia, perubahan lanskap media menuntut organisasi bergerak lebih solid. Perusahaan pers tidak cukup hanya mempertahankan pola bisnis lama, tetapi perlu menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku pasar dan teknologi.

Wakil Sekretaris Jenderal SPS Pusat, Muhammad Hasbi, yang hadir sebagai narasumber, juga menekankan pentingnya kemampuan perusahaan pers beradaptasi di era AI. Perkembangan teknologi menuntut pelaku industri media mengevaluasi cara kerja, strategi bisnis, dan efisiensi operasional agar tetap relevan.

Siapkan Rekomendasi untuk Rakernas
Selain membahas tantangan industri, Rakerda SPS Riau menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk dibawa ke Rapat Kerja Nasional (Rakernas) SPS pada November 2026.

Salah satu rekomendasi menyangkut Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), khususnya Pasal 12 ayat 8 terkait kepengurusan di partai politik. Rakerda juga mendorong kemudahan proses verifikasi perusahaan pers.

Rekomendasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola organisasi sekaligus mendorong terciptanya iklim usaha media yang lebih kondusif.

Rakerda turut menyepakati sejumlah program kerja untuk 2027. Salah satu agenda yang mencuat ialah membangun lembaga bisnis di luar usaha media. Diversifikasi ini diharapkan membuka sumber pendapatan alternatif dan mengurangi ketergantungan perusahaan pada bisnis inti media.

Ketua panitia, Fitrah, menjelaskan Bimtek dan Rakerda merupakan program organisasi yang telah dirancang sejak tahun sebelumnya. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Riau atas dukungan dana bantuan yang membantu pelaksanaan kegiatan.

Fitrah berharap seluruh pengurus mengikuti Bimtek secara aktif dan memberikan masukan konstruktif selama Rakerda. Partisipasi pengurus dinilai penting untuk menghasilkan keputusan yang dapat dijalankan bersama.

Rakerda dipimpin Ketua SPS Riau Saidul Tombang, didampingi Ketua Dewan Pertimbangan Makmur dan anggota Dewan Pertimbangan Kazzini KS. Khairul Amri bertindak sebagai moderator.

Melalui forum ini, SPS Riau berupaya memperkuat solidaritas organisasi sekaligus menyiapkan langkah konkret menghadapi perubahan industri media. Tantangannya bukan sekadar bertahan di tengah disrupsi teknologi, melainkan membangun model bisnis yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan.(yan)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *