INHU (pekanbarupos.co) — Target pemerintah pusat dalam menurunkan angka stunting hingga 14 persen pada tahun 2024 tidak bisa dicapai jika pemerintah hanya bekerja sendiri. Peran banyak pihak sangat diperlukan untuk mencapai target tersebut. Salah satunya adalah peran sektor swasta.
Untuk itu, Pemerintah pusat mengintruksikan ke Pemerintah Provinsi hingga Pemerintah daerah (Pemda) se Indonesia untuk mengajak pihak swasta ambil bagian, melalui CSR (Corporate Social Responsibility), dalam melakukan intervensi penurunan stunting.
Data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2019 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia mencapai 27,7 persen. Kemudian turun 24,4 persen pada tahun 2021, dan ditargetkan turun menjadi 14 persen pada tahun 2024. Target tersebut tertuang dalam RPJMN 2020-2024.
Dengan target tersebut, artinya setiap tahun harus mampu menurunkan prevalensi stunting 3-3,5 persen per tahun. Tentu saja hal ini tidaklah mudah, oleh karenanya semua sektor harus bersama sama ikut bekerja keras mempercepat penurunan stunting.
Hal itu seperti yang saat ini tengah dilakukan oleh PT Tasma Puja yang berada di Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan Kelapa sawit ini, Senin (16/10/2023) siang menyerahkan dana bantuan penanganan Stunting kepada Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Penyerahan bantuan ini diserahkan kepada 11 anak asuh stunting. Hal ini sebagai bukti keseriusan PT Tasma Puja untuk bersama-sama pemerintah menangani Stunting di daerah tersebut.
Management PT Tasma Puja melalui Manager, Wawan Kuswandar mengatakan bahwa, penyerahan bantuan penanganan Stunting tersebut berdasarkan hasil rapat bersama Pemerintah Kabupaten Inhu beberapa waktu lalu. Dimana untuk penanganan Stunting, Pemda Inhu bersama-sama dengan perusahaan yang ada di Kabupaten Inhu.
“Bantuan yang bersumber dari CSR PT Tasma Puja untuk penanganan Stunting, hari ini sudah diserahkan melalui Pemerintah Kecamatan Batang Cenaku,” ujar Wawan Kuswandar saat ditemui disela sela kegiatan penyerahan dana stunting.
Ditempat yang sama, Camat Batang Cenaku, Dudi Sumbari, S.AB diwakili oleh Kasipem, Badauwani,S.Sos didampingi Kasi Pemberdayaan, Sugeng Riadi,S.Hut menjelaskan bahwa, dari rapat bersama Pemerintah Kabupaten Inhu beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa, penanganan Stunting masuk dalam program Presiden. Sehingga dalam penanganannya, diturunkan hingga ketingkat kabupaten dan kecamatan.
Dari data yang ada, di Kecamatan Batang Cenaku terdapat sebanyak 33 orang masuk kategori Stunting. “Di Kecamatan Batang Cenaku ada tiga perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Sehingga dari 33 orang tersebut dibagi tiga atau masing-masing perusahaan membantu 11 orang,” sebut Badauwani.
Sesuai hasil rembuk Stunting untuk bantuan per orang Rp 15.000 per hari. – 11 orang anak X 15.000 x 30 hari yakni Rp 4.950.000 per bulan. – 6 bulan X Rp 4.950.000 Rp 29.700.000, “Senilai Rp 29.700.000 yang di serahkan oleh pihak perusahaan.
Lebih jauh Wawan menyampaikan, sebanyak 11 orang yang dibantu PT Tasma Puja itu berada di empat desa diantaranya, Desa Anak Talang, Desa Kepayang Sari, Desa Talang Mulya dan Desa Cenaku Kecil.
“Berdasarkan rapat bersama dengan Pemkab Inhu juga dinyatakan, perusahaan juga sebagai bapak dan bunda asuh anak Stunting,” terangnya.(har)
Pekanbaru Pos Riau