INHU (pekanbarupos.co) — Beredar video viral yang merekam seorang pria menjadi korban gigitan buaya. Dalam video berdurasi 30 detik tersebut, terlihat tubuh korban penuh dengan luka cakar dan gigitan hewan melata itu. Vidio itu sempat membuat heboh warganet, khususnya di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Bahkan, akibat gigitan predator itu tangan sebelah kanan korban putus. Dalam video yang menyebar di pesan berantai whatsap (WA) itu, menyebutkan bahwa kejadian memilukan tersebut terjadi di Kecamatan Peranap, Kabupaten Inhu, Riau.
Atas hal itu, awak media berupaya melakukan upaya konfirmasi kepada pihak pemerintah setempat guna memastikan kebenaran atas video viral itu. “Itu berita hoax. Tidak ada warga Kecamatan Peranap yang menjadi korban gigitan buaya,” kata Camat Peranap, Yusri Edi, menjawab konfirmasi, Sabtu (6/1/2024) malam via selulernya.
Camat juga mengaku, bahwa dirinya juga mendapat kiriman video tersebut. Setelah dia ditelusuri, ternyata insiden tersebut terjadi di Provinsi Jambi.
“Saya juga mendapat kiriman video viral tersebut, dan kejadian itu bukan di wilayah Kecamatan Peranap, Inhu. Melainkan di Kabupaten Tebo, Jambi,” ungkap Yusri.
Kendati demikian, kata Camat, atas nama pemerintah Kecamatan Peranap, dirinya menghimbau agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi musibah banjir saat ini.
“Kemungkinan bisa saja terjadi, karena akibat banjir hewan buas seperti buaya bisa saja terseret arus dan masuk ke perumahan penduduk. Maka, waspada harus terus ditingkatkan,” himbau Yusri.
Masih kata camat itu, Kecamatan Peranap termasuk salah satu wilayah terparah yang direndam banjir periode ini. ” Dari 12 desa dan kelurahan yang ada, 9 diantaranya terendam dengan ketinggian air bervariasi,” sebutnya.
Dari jumlah tersebut lanjut Yusri, berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, sedikitnya ada ± 916 KK dan 3.446 jiwa yang terdampak dan tersebar di 7 desa dan 2 kelurahan.
Diantaranya, Desa Setako Raya, Desa Pauhranap, Desa Baturijal Barat, Desa Baturijal Hulu, Desa Gumanti, Desa Semelinang Tebing, Desa Katipo Pura, Kelurahan Baturijal Hilir dan Kelurahan Peranap.
“Terkait warga yang terdampak ini, sebahagian dari mereka ada yang mengungsi di tenda pengungsian desa, atau ke rumah kerabat yang aman dari banjir, serta dan ada juga yang memilih bertahan,” beber Yusri menjelaskan. (har)
Pekanbaru Pos Riau