Rabu , 13 Mei 2026

Dipreteli’ Dari Struktur Parpol, Dodi: Ini Politik, Yang Terpenting Bakaghojo

Dipecat Dari Ketua DPC PKB Inhu, Dodi Irawan Selaku Anggota DPRD Inhu Tetap Bakaghojoo (Bekerja).

INHU (pekanbarupos.co) — Eks Ketua DPC partai kebangkitan bangsa (PKB) tingkat II Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau Dodi Irawan berpendapat, restrukturisasi pengurus inti di kelembagaan partai politik (Parpol) adalah hal yang biasa.

Sebab menurutnya menjadi seorang pengurus dan atau tidak jadi pengurus di kelembagaan masing-masing ada untungnya. “Mengalir ajo lah, ini politik, jadi ketua atau tidak, bagi orang politik selalu ada untungnya,” jawab Dodi Irawan, Selasa (14/2/23).

Dodi Irawan sendiri menakhodai Parpol berlambang ‘bola dunia dikelilingi semiblan bintang’ ini di Kabupaten Inhu belum genap dua tahun sejak Muscab VII PKB Inhu, Juli tahun 2021.

Sebab terhitung Januari 2023 kemarin, anggota DPRD periode 2019-2024 ini oleh DPW Riau mendadak mencopot jabatan ketua dari Dodi Irawan kepada Ade Agus Hartanto.

Parahnya lagi, sebulan setelah jabatan ketua DPC PKB Inhu dicopot, lagi, jabatan Ketua Fraksi PKB yang diembannya sejak tahun 2019 di DPRD Inhu kembali ‘digiling’ dan diserahkan kepada kader PKB lainnya, Suparman SH.

Reposisi ketua Fraksi PKB DPRD Inhu tersebut diumumkan langsung Wakil Ketua DPRD Inhu Masyurullah SP selaku ketua Dewan Syuro DPC PKB Inhu disela rapat paripurna penutupan masa sidang ke III tahun 2022 dan pembukaan masa sidang ke I tahun 2023, Senin (13/2/23).

‘Dipreteli’ dari jabatan struktural kelembagaan Parpol, politisi dari Dapil Inhu III itu tampak tegar dan terlihat enjoy. “Mengalir ajalah Bang, yang terpenting Bakaghojoo,” jawabanya.

 

“Jangan ditanyakan masalah hati abang ku,” sambung eks ketua komisi II DPRD Inhu tentang perasaannya dipreteli dari pengurus inti Parpol.

Tentang ‘bakaghojoo’, Dodi Irawan mengklaim kalimat tersebut berawal dari bahasa kedaerahan asal Desa Baturijal kecamatan Peranap yang artinya bekerja.

Maka terinspirasi dari tanggung moral sebagai anggota legislatif, Bakaghojoo adalah tekadnya membuat yang terbaik untuk Masyarakat.

Salah satu bukti Bakaghojoo, katanya, ianya bersama Masyarakat membangun jembatan penghubung perbatasan antara kelurahan peranap dg desa Gumanti. “Ini swadaya dan mendesak, karena tidak semua kebutuhan masyarakat yang bisa tercover oleh Pemerintah, maka saya harus Bakaghojoo,” terang Dodi. (sdr)

Berita lengkapnya baca harian Pekanbaru Pos edisi Rabu (15/2).

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *