Minggu , 31 Mei 2026

Pemkab Kampar Siap Perjuangkan Guru PPPK, Disdikpora Harap Dapat di Angkat Seluruhnya

KAMPAR (pekanbarupos.co) – Pemerintah Kabupaten Kampar, siap memperjuangkan nasib para guru honorer di Kabupaten Kampar, agar dapat di angkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, (PPPK). Namun hal ini,harus di sesuaikan dengan aturan dan regulasi yang ada, dan di sesuaikan dengan anggaran daerah.

Pasalnya di tahun 2024 ini, Pemerintah Kabupaten Kampar kembali merekrut tenaga PPPK, dalam berbagai formasinya, termasuk untuk formasi guru. “Namun hal ini, tetap di sesuaikan dengan aturan dan regulasi, yang sudah di terapkan. Salah satunya dengan tetap menimbang kondisi keuangan daerah, dan di sesuaikan dengan kebutuhan guru di Kabupaten Kampar,” kata Penjabat Bupati Kampar, Hambali SE. MBA Senin, (25/11).

Menurut Hambali, jika memungkinkan, maka bukan tidak mungkin perekrutan guru PPPK Kabupaten Kampar di tahun 2024, dapat menjadi prioritas. Sehingga ada kejelasan terhadap para guru honorer, yang selama ini sudah mengabdi dan bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“Karena kesejahteraan guru, juga menjadi salah satu pertimbangan oleh Pemerintah Kampar, sehingga harus juga tetap di perjuangkan. Karena untuk formasi PPPK Pemerintah Kabupaten Kampar tetap berikan bimbingan, mengingat ada beberapa persyaratan yang harus di penuhi,” tambah Hambali.

Menurutnya secara tertulis, jika memang di angkat sesuai aturan dan regulasi yang ada, akan di optimalkan. Jadi seleksi dan pengangkatan PPPK menurut nya harus bedasarkan regulasi, sehingga pemerintah Kabupaten Kampar dapat tetap membantu.

“Berbagai upaya harus di lakukan, agar para guru honorer mendapatkan kejelasan status dan haknya, namun tetap memperhatikan asas keadilan dan kebutuhan daerah. Pemerintah daerah tidak ingin sekadar merekrut tanpa dasar, melainkan memastikan bahwa proses pengangkatan ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah, baik dari segi anggaran maupun kualifikasi tenaga pendidik yang diperlukan,” terangnya lagi.

Selain itu, Hambali juga menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar akan berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui pengadaan pelatihan dan pembinaan bagi para guru, baik yang berstatus honorer maupun yang nantinya akan diangkat sebagai PPPK.

“Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru, sehingga mampu memberikan pendidikan yang berkualitas bagi generasi muda di Kabupaten Kampar. Saya juga mengapresiasi dedikasi para guru honorer yang telah bertahun-tahun mengabdi meskipun dengan keterbatasan,” kata Hambali lagi.

Hal senada juga di ungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, (Disdikpora) Kampar, H Aidil SH MSi, karena menurutnya, berbagai pembinaan tetap di lakukan untuk para guru, sebagai upaya menumbuhkan kemampuan dan kompetensi guru.

“Sehingga dapat menjadi bekal/ terutama untuk mengikuti tahapan seleksi penerimaan guru PPPK, sesuai dengan kebutuhan Pemerintah. Karena saya berharap, para guru honorer dapat memiliki kemampuan, agar maksimal dalam mengikuti tahapan seleksi yang akan di laksanakan dalam waktu dekat,” terang Aidil.

Aidil juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung para guru honorer, melalui berbagai program pelatihan dan bimbingan teknis. Ia menyebut, Pemerintah daerah bekerja sama dengan instansi terkait untuk menyediakan materi dan fasilitas yang dibutuhkan, guna mempersiapkan guru-guru ini, menghadapi seleksi PPPK dengan lebih percaya diri.

“Kami juga mengimbau para guru untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Dengan menekankan pentingnya kesiapan mental, penguasaan materi, dan kemampuan mengelola waktu selama proses seleksi,” tambahnya.

Karena menurutnya, ini adalah peluang emas bagi para guru honorer, untuk mendapatkan status yang lebih baik dan kesejahteraan yang lebih layak. Oleh karena itu, ia berharap para guru dapat memanfaatkan segala bentuk pembinaan yang telah diberikan.

“Disdikpora Kampar terus melakukan evaluasi terhadap program-program pembinaan yang ada, agar lebih efektif dan tepat sasaran. Dengan upaya ini, diharapkan para guru honorer dapat merasa lebih termotivasi, dan optimis terhadap masa depan profesi mereka, dan terus berjuang agar dapat lolos seleksi PPPK,” tutup Aidil. (Adv)

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *