
Warga Desa Petapahan Kecamatan Gunung Toar terendam banjir akibat luapan Sungai Petapahan.
KUANSING (pekanbarupos.co) — Hujan dengan intensitas lebat mengguyur Kabupaten Kuantan Singingi, Kamis (9/3). Hujan yang turun mulai Kamis malam hingga Jumat (10/3) dini hari itu menyebabkan tiga desa di Kuansing terendam banjir bandang.
Banjir bandang terjadi akibat meluapnya Sungai Petapahan di Kecamatan Gunung Toar setelah kawasan itu diguyur selama setengah hari.
Ketinggian debit air bahkan mencapai 0,5 meter hingga satu meter dan merendam perkampungan warga. Sebanyak ratusan jiwa terdampak banjir bandang itu.
Tiga desa yang terendam banjir bandang terletak di dua kecamatan. Diantaranya Desa Petapahan Kecamatan Gunung Toar dan Desa Pantai dan Desa Lubuk Ramo di Kecamatan Kuantan Mudik.
Kondisi banjir sudah masuk rumah warga, namun ada juga yang hanya menggenangi halaman rumah warga setempat.
Kondisi tersebut tentunya mengganggu aktivitas masyarakat yang ada di lokasi tersebut, karena warga kesulitan beraktifitas di luar rumah.
Plt Kepala BPBD Kuansing, Yulizar mengatakan tim gabungan melakukan evakuasi terhadap warga yang menjadi korban.
“Ya, sekarang saya di Lubuk Ramo. Tim pertolongan masih di lokasi mengevakuasi warga korban banjir,” kata Plt Kepala BPBD Kuansing Yulizar kepada Pekanbaru Pos via telepon selulernya kemarin.
Banjir bandang yang terjadi di Desa Petapahan kata Yulizar, menyebabkan puluhan rumah terendam. Banjir pun merendam jalan poros desa dan jalan antar desa.
“Kalau di Petapahan banjir sudah terjadi sejak semalam. Di sana memang langganan (banjir,red). Apalagi saat hujan lebat,” katanya.
Tingginya curah hujan lanjut Yulizar, membuat Sungai Petapahan meluap karena tak mampu menampung volume air. Akibatnya, puluhan rumah warga terendam.
“Sungai Petapahan meluap,” katanya.
Selain itu lanjut Yulizar, banjir juga terjadi di dua desa di Kecamatan Kuantan Mudik, yakni Desa Pandai dan Lubuk Ramo. Bahkan di Desa Lubuk Ramo ketinggian air lebih dalam dari para banjir di Petapahan.
“Disini (Lubuk Ramo,red) lebih dalam. Satu meter lebih,” ungkapnya.
Mengenai warga yang terdampak akibat banjir bandang ini kata Yulizar, saat ini masih dalam pendataan. Pasalnya personel masih mengalikan evakuasi pertolongan kepada warga yang terjebak banjir.
“Kita masih di lapangan. Data masih dikumpulkan. Nantinya, terima kasih,” ucapnya.
Ia mengimbau warga untuk tetap waspada dengan dampak cuaca ekstrem. Terutama dalam beberapa waktu terakhir Kuansing diguyur hujan dengan relatif sering.
“BPBD sejak awal tahun lalu sudah siaga dan selalu update kondisi cuaca. Kami harap masyarakat tetap waspada dengan kondisi cuaca seperti ini,” tandasnya.(cil)
Berita lengkapnya baca harian Pekanbaru Pos edisi Senin (13/3).
Pekanbaru Pos Riau