PEKANBARU (Pekanbarupos.co) –Presiden Prabowo Subianto melakukan panen raya padi di Majalengka, Jawa Barat, 7 April 2025 lalu.
Panen raya tersebut merupakan Panen Raya Padi Nasional serentak yang digelar di 14 provinsi dan 156 kabupaten/kota se Indonesia. Termasuk provinsi Riau yang ikut andil dalam peningkatan produksi padi nasional sebagai komitmen pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional.
Di Provinsi Riau untuk periode April 2025 ini, akan ada pelaksanaan panen padi di beberapa kabupaten dengan luas sekitar 3.659 ha. Diantaranya di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang memiliki lahan sawah terluas di Provinsi Riau dan penyumbang produksi padi Riau sebesar 28,65 persen.
Dimana di Kabupaten Inhil ini, pada tanggal 7 April 2025 juga dilaksanakan panen seluas 50 Ha di Desa Sanglar Kecamatan Reteh di lokasi Optimasi Lahan Rawa 2025 yang merupakan kegiatan utama Swasembada Pangan Nasional, dengan rata-rata produktivitas 5,87 ton per hektar sebagaimana yang dilaporkan Kordinator Penyuluh BPP Kecamatan Reteh Sutarno kepada Satgas Swasembada Pangan Riau melalui Penanggung Jawab Kabupaten Indragiri Hilir Kepala BPSIP Riau yang saat ini telah dirubah menjadi BRMP Riau Dr. Syannora Yuliasari, STP, M.Si.
Selaku Penanggung Jawab Satgas Swasembada Pangan Provinsi Riau Ir. Yuris Tianto, MM yang juga merupakan Kepala Balai Besar POPT Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, juga mengikuti rangkaian kegiatan Panen Raya Nasional tersebut secara daring dari Provinsi Riau bersama dengan Dr. Syannora Yuliasari, STP, M.Si serta Kepala BRMP Riau dan Wisnu Handana, STP Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, sekaligus melaksanakan kunjungan ke Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak untuk mendorong dan akselerasi peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi dan selanjutnya juga dijadwalkan akan melalukan gerakan percepatan tanam di beberapa kabupaten lainnya.
Peningkatan LTT pada musin tanam April-September 2025 ini menjadi sangat penting dalam peningkatan produksi dan luas panen di Provinsi Riau, di mana sebelumnya mengalami peningkatan yang signifikan.
Upaya peningkatan LTT baik melalui Peningkatan Indeks Pertanaman (PIP) maupun Perluasan Areal Tanam (PAT) serta peningkatan produktivitasnya harus terus diupayakan dengan menggerakkan semua potensi sumber daya yang ada dan agar berkolaborasi dengan semua pihak, sebagaimana penegasan yang disampaikan Yuris kepada seluruh petugas Satgas Swasembada Pangan Riau.
Sebelumnya BPS Riau dalam rilisnya, bahwa pada Januari-April 2025 luas panen padi di Provinsi Riau diprediksi 26.142 ha meningkat 17,58 persen dan produksi 106.387 ton GKG meningkat 30,39 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2024. Sebelumnya produksi tahun 2024 juga mengalami peningkatan 7,81 persen dari tahun 2023,.
Capaian ini juga sudah dilaporkan oleh Plt. Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi M. Job Kurniawan, AP, M.Si kepada Gubernur Riau Abdul Wahid pada saat audiensi bersama Pj. Satgas Swasembada Pangan Provinsi Riau di Pekanbaru beberapa waktu yang lalu dalam rangka penyampaian laporan dan rencana kerja program swasembada pangan di Provinsi Riau.
Gubernur Riau Abdul Wahid juga menyampaikan bahwa Swasembada Pangan ini juga menjadi Program 100 Hari Kerja, dalam rangka akselerasi di Provinsi Riau mendukung Swasembada Pangan Nasional yang berkelanjutan, selain karena kebijakan nasional juga hal ini selaras dengan Peningkatan Ketahanan Pangan dalam Program Prioritas Riau Sejahtera pada Visi dan Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2025-2030.
Peningkatan produksi awal tahun 2025 ini menjadi sinyal posistif bagi ketahanan pangan di Riau.
Terhadap peningkatan produksi tersebut dan secara terpisah Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Riau dan Kepri Ismed Erlando, menyampaikan bahwa per 7 April 2025 telah menyerap 523.485 ton setara beras hasil panen petani di Provinsi Riau.
Sebagaimana hasil pantauan dan sosialisasi kepada petani di beberapa penggilingan dan pada saat acara gerakan percepatan tanam oleh Satgas Swasembada Pangan Provinsi Riau, dari Mabes TNI AD Kolonel Inf. Andi Asmara Dewa, SH, M.Han selaku Wakil Ketua Koordinator Pelaksana menyampaikan bahwa penyerapan Bulog atas kebijakan Presiden Prabowo Subianto dengan meningkatkan HPP menjadi Rp. 6.500 GKP.
Ini disambut gembira oleh petani dan dapat meningkatkan animo petani untuk terus meningkatkan pertanaman,” katanya.(rls/dre)
Pekanbaru Pos Riau