
Inilah lokasi lahan tamaman bakau yang sekarang sudah di babat oleh pemilik tanah yang akan dibangun pelabuhan di Rupat.
RUPAT (pekanbarupos.co) — Diduga demi kepentingan pribadi, salah seorang pengusaha dari Kota Dumai berinisial NS telah membabat tanaman bakau ( mangrove ) yang menjadi salah satu tanaman pelindung akan terjadinya abrasi air Sungai Selat Morong, Rupat. Lokasi tersebut rencananya akan di bangun pelabuhan kuari milik pribadi.
Adapun lokasi tersebut berada di Jalan Cuna Laut, Dusun 1 Desa Pangkalan Nyirih. Jika hal ini terus dibiarkan oleh pemerintah setempat di takutkan nanti abrasi di tepian sungai akan semakin parah dan bisa menyebabkan kerusakan lingkungan yang ada sekitar.
Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun oleh wartawan dari beberapa sumber mengatakan bahwa lahan tersebut memang sudah dibeli olehnya akan tetapi warga tidak tahu kalau kedepannya lahan yang sudah ada tanaman bakau tersebut akan dibabat untuk dibuat pelabuhan dengan membuka usaha kuari (tempat penumpukan batu kerikil).
Camat Rupat, Hariadi ketika dikonfirmasi terkait adanya lokasi tanaman bakau yang di babat untuk membuat pelabuhan. Ia sudah mengetahui. Ketika di singgung masalah izin pendirian pelabuhan kuari itu dari Desa belum ada izinnya. Cuman melapor secara lisan itu ada, kata mantan Lurah Pergam ini.
Kemudian dari Pemerintah Kecamatan juga tidak ada mengeluarkan rekomendasi masalah pembangunan pelabuhan kuari, terangnya. (mat)
Pekanbaru Pos Riau