PEKANBARU (pekanbarupos.co)– Gubernur Riau Abdul Wahid menegaskan bahwa prioritas utama pemerintahannya adalah memastikan tiga sektor dasar, yakni pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur jalan, dapat berjalan dengan baik.
Hal ini disampaikan Abdul Wahid saat usai pelaksanaan apel dan peringatan hari lahir Pancasila. Senin (2/6/2025) di Kantor Gubernur Riau. Dikatakannya, jika penegasan tersebut sesuai dalam 100 hari kerja meski berjalan ditengah keterbatasan anggaran.
“Dalam seratus hari kerja ini, ada persoalan-persoalan yang bisa kita selesaikan secara instan, kita selesaikan yang sifatnya insidental. Tapi ada persoalan-persoalan yang butuh perencanaan, kita urus secara planning sehingga ada memang program yang bisa kita laksanakan dengan cepat, tapi ada program yang harus kita laksanakan berdasarkan planning sehingga dia berkelanjutan,” ujar Abdul Wahid.
Menurutnya, 100 hari masa kepemimpinannya bukan sekadar untuk menuntaskan seluruh persoalan, melainkan untuk membangun pondasi yang kuat agar pembangunan berjalan berkelanjutan.
“Mudah-mudahan 100 hari kerja ini bukan artinya harus kita tuntaskan semua, tetapi kita memberikan pondasi, menanamkan pondasi,” tambahnya.
Abdul Wahid mengakui bahwa tantangan yang dihadapi cukup berat, terutama terkait keterbatasan anggaran daerah.
“Tantangan selama ini tentu keadaan anggaran kita, banyak yang protes apa yang dilakukan banyak hal, karena saya lakukan banyak hal pasti perlu dana yang banyak. Maka itu saya fokus bagaimana jalan berfungsi, pendidikan terlaksana dengan baik, dan kesehatan terlayani dengan baik. Itu saja, tiga faktor ini yang ingin saya capai,” jelasnya.
Ia menegaskan tidak akan membuat janji muluk-muluk yang sulit direalisasikan. Fokusnya adalah pada hal-hal mendasar yang langsung dirasakan masyarakat.
“Saya tidak pernah janji muluk-muluk akan menuntaskan semua masalah. Yang penting jalan berfungsi, masyarakat ekonomi bergerak. Kenapa? Karena anggaran kita enggak ada. Saya sudah bilang dari awal anggaran kita minim, maka saya harus bekerja bagaimana tiga sektor ini berjalan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Wahid juga menyinggung keputusan untuk menunda pembangunan proyek besar yang belum mendesak.
“Tahun ini kita tunda dulu membangun, misalnya rumah sakit Polri. Kenapa? Karena memang real-nya kita tidak punya anggaran yang cukup untuk membiayai perencanaan kita,” ungkapnya.
Gubernur berharap masyarakat memahami keterbatasan anggaran yang ada saat ini, dan mendukung program prioritas yang sedang dilaksanakan. “Yang penting, anak-anak putus sekolah kita tangani, jalan berfungsi dengan baik, dan layanan kesehatan berjalan. Itu yang menjadi prioritas kita sekarang,” tutupnya.(dre)
Pekanbaru Pos Riau