PANGKALANKERINCI-Ketua Gerakan Pemuda Peduli Pelalawan (GP3), Joe Kampe, melontarkan kritik keras terhadap hampir separuh anggota DPRD Pelalawan yang mangkir dari rapat paripurna pada Selasa (1/7/2025).
Ia menyebut ketidakhadiran 18 dari 40 anggota dewan tanpa keterangan sebagai tindakan yang tidak hanya memalukan, tapi juga bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat.
“Ini bukan sekadar bolos, ini adalah pengkhianatan terhadap amanah publik,” tegas Joe Kampe.
“Rapat paripurna bukan acara seremonial biasa. Ini forum konstitusional yang membahas pertanggungjawaban keuangan daerah dan laporan kinerja kepala daerah. Kalau dewan abai, lalu siapa yang menjaga akuntabilitas, “ujarnya balik bertanya.
Pemuda vokal ini menyoroti kontrasnya sikap para anggota DPRD yang disebut sangat aktif saat kunjungan kerja dan perjalanan dinas ke luar daerah, namun enggan hadir saat rakyat menanti kehadiran mereka di ruang sidang.
“Lucunya, kalau perjalanan dinas, semua bisa hadir penuh. Tapi giliran sidang pertanggungjawaban anggaran, malah kosong berjamaah. Ini cermin mentalitas pelancong, bukan pejuang aspirasi rakyat,” sindirnya.
Menurut GP3, keterlambatan hingga lebih dari tiga jam dalam memulai sidang paripurna karena menunggu kuorum adalah tamparan bagi demokrasi lokal. Bahkan, sejumlah pejabat dan undangan telah hadir sejak pukul 14.00 WIB, namun para wakil rakyat baru muncul menjelang sore.
Joe Kampe mendesak pimpinan DPRD dan partai politik untuk mengambil langkah konkret. “Ini alarm keras bagi parpol. Evaluasi dan beri sanksi. Jangan biarkan kursi-kursi dewan jadi tempat duduk elit malas yang tak tahu malu,” ujarnya.
GP3 juga mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam menilai wakil rakyat mereka.
“Jangan hanya melihat baliho saat pemilu. Lihat rekam jejak kehadiran mereka, lihat komitmen mereka. Rakyat butuh wakil sejati, bukan pelancong berseragam,” tutupnya.
Terpisah Ketua DPRD Pelalawan H Syafrizal, SE juga menyayangkan kejadian tersebut. Namun, pimpinan DPRD Pelalawan ini membenarkan belum ada tindak lanjutnya.
“Kalau sanksi belum ada, ketidakhadiran kawan ada berbagai halangan. Salah satunya mengantar anak kuliah, mengurus paspor dan lain-lain,”ungkap Syafrizal terkait mangkirnya sejumlah anggota DPRD Pelalawan pada paripurna yang dihadiri langsung oleh Bupati Pelalawan H Zukri Misran dan jajarannya.
Ditanya apakah ada pemberitahuan secara resmi ada atau surat dari yang tidak hadir, Syafrizal menampiknya.
“Secara surat tidak ada, tapi ketika di konfirmasi, baru lah mereka menyampaikan alasannya. Itu yang saya dapat dari mereka,”jelas Ketua DPRD Pelalawan.
Menanggapi kekecewaan pihak eksekutif, terkait sering telatnya anggota dewan pada acara-acara resmi di DPRD Pelalawan, bahkan mereka para pejabat harus menunggu berjam-jam kadang harus sampai ditunda, politisi besutan PDI Perjuangan seolah memakluminya.
“Ya kita minta maaf atas perihal itu. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi,” pungkas Syafrizal.
Selasa (1/7/2025) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian dan penyerahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Pelalawan Tahun Anggaran 2024 di Gedung DPRD Kabupaten Pelalawan.
Rapat paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Pelalawan, Syafrizal, SE, dan dihadiri oleh para wakil ketua dan anggota DPRD, Forkopimda, kepala OPD, serta sejumlah undangan lainnya.(amr)
Pekanbaru Pos Riau