Kamis , 30 April 2026

Kemenag Kuansing Gelar FGD Cegah dan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan

KUANSING (Pekanbarupos.co)–Kementerian Agama Kabupaten Kuansing menggelar kegiatan Penguatan Cegah dan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD).

Kegiatan yang difasilitasi Seksi Bimas Islam tersebut diselenggarakan di Aula Kantor Kemenag Kuansing, Kota Telukkuantan, Selasa (22/7).

Kegiatan itu dihadiri Kepala Kemenag Kuansing H Suhelmon MA yang diwakili Kasubag TU Dr H Bakhtiar Saleh, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam H Bahrul Aswandi dan perwakilan dari Bidang Urais Kakanwil Kemenag Riau Khairul Asani SAg.

FGD tersebut dihadiri 40 orang peserta, berasal dari unsur FKUB, Ormas Keagamaan, Penghulu, Penyuluh agama Islam dan unsur Humas Kemenag Kuansing.

Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kuansing, H Bahrul Aswandi mengatakan kegiatan FGD kali ini bertujuan untuk memberikan pemahaman deteksi dini dalam mencegah konflik yang dapat mengganggu stabilitas sosial.

“Kegiatan ini merupakan peringatan dini untuk mencegah konflik keagamaan di Kuansing,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa FGD ini juga berfungsi untuk memetakan potensi kerawanan berbasis agama di masyarakat.

“Hal ini menjadi salah satu strategi upaya pencegahan terjadinya konflik berdimensi keagamaan,” ungkapnya.

Menurutnya, penguatan cegah dan deteksi dini terhadap konflik berdimensi keagamaan di Kuansing menjadi tanggungjawab bersama.

“Para Kepala KUA, Penghulu dan Penyuluh Agama Islam sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk mencegah konflik di masyarakat,” katanya.

Bahrul berharap para KUA, Penghulu dan Penyuluh Agama agar tanggap atas berbagai persoalan di masyarakat sehingga dapat mengambil langkah preventif dalam menjaga harmoni umat.

“Deteksi dini konflik berdimensi agama adalah tanggungjawab kita bersama termasuk Kemenag dan jajaran,” ujarnya.

Sementara Kasubag TU Kemenag Kuansing Dr H Bakhtiar Saleh mengatakan kegiatan FGD ini harus terarah berdasarkan juknis karena hal ini menyangkut tanggungjawab demi keamanan bangsa dan negara.

Ia mengatakan ada dua hal yang perlu dipahami dalam kegiatan ini yakni penguatan keamanan dan deteksi dini.

“Apabila ada persoalan di masyarakat yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan maka kita mempunyai tugas untuk mencegahnya,” ungkapnya.

Sementara perwakilan dari Kakanwil Kemenag Riau Khairul Asani SAg mengatakan penanggulangan konflik secara dini di Kuansing selangkah lebih maju. Ini diakibatkan adanya sinergitas yang kuat antara para elit ormas, Pemda dan Kementerian Agama.

“Jika para elit ormas kompak, maka cegah dini konflik berdimensi agama akan bisa efektif,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kegiatan FGD yang dilakukan Seksi Bimas Islam sebagai salah satu cara untuk mengatasi konflik secara dini di tengah masyarakat melalui pemetaan dan masukan dari peserta FGD.

“Saya mengapresiasi semua unsur terlibat FGD serta kekompakan para petinggi ormas dan semua unsur dalam keikutsertaannya mencegah konflik berdimensi keagamaan di Kuansing,” ungkapnya.(Cil)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *