Rabu , 13 Mei 2026
Oplus_131072

Tinjau Abrasi Sungai Kampar, Bupati Zukri: Keselamatan Warga Jadi Prioritas Utama

PANGKALANKERINCI (pekanbarupos.co) – Deru arus Sungai Kampar kembali menyisakan luka bagi warga Desa Kuala Terusan. Pada Rabu (3/9/2025), tebing sungai amblas hampir 10 meter panjangnya dengan lebar sekitar 5 meter.

Dua pohon dan satu batang sawit ikut tumbang, terseret derasnya aliran sungai. Pemandangan itu direkam warga, menjadi saksi bisu betapa rapuhnya daratan yang selama ini mereka pijak.

Tak ingin hanya mendengar laporan, Bupati Pelalawan H Zukri Misran, SM, MM turun langsung ke lokasi pada Kamis (4/9/2025). Dengan langkah hati-hati, ia menyusuri tepian sungai yang retak, menyaksikan sendiri keresahan warga.

“Keselamatan masyarakat harus jadi prioritas. Abrasi seperti ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi,” ucapnya dengan nada tegas.

Bupati Zukri meminta Kepala Desa Kuala Terusan segera membuat Peraturan Desa (Perdes) yang melarang penanaman sawit di bibir sungai. Sebagai gantinya, ia mendorong penghijauan dengan tanaman berakar kuat yang mampu menahan laju abrasi.

“Sawit mempercepat abrasi, sementara tanaman hijau dengan akar kuat bisa menjaga tanah. Kita ingin masyarakat aman, tidak lagi dihantui rasa takut setiap kali musim hujan atau air pasang,” tambahnya.

Langkah cepat juga disiapkan. Pemerintah Kabupaten Pelalawan akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR, BPBD, dan perangkat desa untuk merancang solusi jangka panjang, mulai dari program penghijauan hingga pembangunan turap di titik rawan.

Di tengah suara gemericik air sungai, harapan warga menyeruak. Mereka berharap upaya pemerintah bukan sekadar janji, melainkan nyata memberi rasa aman. Sebab, di balik setiap retakan tanah yang jatuh ke sungai, tersimpan keresahan: rumah, kebun, bahkan masa depan mereka bisa ikut hanyut bila abrasi dibiarkan berlarut.

Lokasi terdampak juga merupakan salah satu lokasi favorit masyarakat untuk sekedar memancing atau menikmati tepian Sungai Kampar di Terusan Baru Pangkalan Kerinci.(amr)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *