INHU (pekanbarupos.co) – Proyek pengaspalan di Jalan lintas Selatan (Jalinsel), Lubuk Kandis – Pangkalan Kasai yang terletak di poros desa Aurcina Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menjadi sorotan masyarakat dan pengguna jalan. Pasalnya, di usia yang baru seumur jagung, jalan tersebut saat ini sudah kembali rusak atau retak retak.
Diketahui, proyek pengaspalan yang terletak di alur Lubuk Kandis – Pangkalan Kasai ini bersumber dari Dana APBN TA 2022 dan baru direalisasikan pada Februari 2023 kemarin. Adapun dana yang digelontorkan oleh Pemprov Riau ini sebesar Rp 5.046.226.952,88 dengan nomor kontrak 620/SPHS-PUPRPKPP/BM – LKPK/262/2022.
Sebagai kontraktor pelaksana Proyek Dinas PUPR Provinsi Riau ini yakni CV.Barata Sumatra. Sementara itu selaku konsultan pengawas dari CV.Irvotek Riau Consultant dan CV.Karahoshitama Engineering (KSO).
Dari hasil pantauan dilapangan, bahwa retaknya jalan pengaspalan yang terletak di poros desa Aurcina Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Inhu ini mulai menampakkan wujud aslinya alias diduga dikerjakan asal asalan.
Salah seorang pengendara yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (1/4/2023) kemarin ditemui dilokasi mengatakan, pihaknya tidak mengetahui pasti kapan rusaknya jalan aspal tersebut, yang pasti dirinya sebagai warga Kecamatan Batang Cenaku disini merasa kecewa dengan kondisi jalan yang baru diaspal tersebut.
“Bagaimana kami tidak kecewa, jalan yang baru seumur jagung dikerjakan sudah mulai rusak. Bagaimana kerja pihak rekanan dalam melaksanakannya masak jalan baru seumur jagung tapi sudah mulai kembali rusak dan hancur,” ucapnya.
Diakuinya kembali, seharusnya pihak intansi terkait (Dinas Perkim) dapat mengkroscek kerjaan yang telah diberikan kepada pihak rekanan, agar hasil yang dikerjakan mereka tidak asal jadi.
“Dana yang digelontorkan Pemerintah dalam pembangunan ini cukup lumayan besar hingga Milyaran rupiah, jadi apabila ada indikasi indikasi yang tidak diharapkan bisa jelas apa apa saja yang dikerjakan oleh pihak rekanan,” cetusnya.
Senada juga disampaikan oleh pengguna jalan lainnya, sebut saja UB. Dirinya mengatakan, perbaikan jalan ini telah lama didambakan masyarakat dan pengguna jalan. Namun, baru saja masyarakat dan pengguna jalan menikmati jalan yang mulus sudah mulai kembali rusak.
Dia juga menambahkan dan berharap kepada instansi terkait dapat tegas mengawasi rekanan dalam melakukan pengerjaan yang telah diberikan.
“Selaku masyarakat dan pengguna jalan merasa kecewa dengan hasil kerjaan pengaspalan tersebut, sebab jalan yang seharusnya bisa tahan lama, ternyata hanya sekejap mata ketahanannya,” sebutnya.
Masyarakat lainnya juga menambahkan, kendati pengaspalan ini masih dalam masa pemeliharaan proyek. Namun menurutnya, hal itu sudah menandakan jika pengerjaan terkesan asal asalan.
“Harus kita pantau bersama sama, agar pengerjaan tidak asal jadi,” ucapnya.(har)
Pekanbaru Pos Riau