BENGKALIS (pekanbarupos.co) — Puluhan massa aksi dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Bengkalis.
Namun aksi mereka terkait ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, harus menelan kekecewaan.
Pasalnya, hingga aksi usai, tidak ada satu pun anggota dewan yang turun menemui atau menerima perwakilan massa.
Di tengah kekecewaan itu, Kordinator Aksi Asrul, mengumumkan bahwa mereka akan kembali lagi dengan massa yang lebih besar.
“Senin depan, kami kembali bergerak bersama seluruh masyarakat dan para penyalur BBM,” teriaknya.
“Apa yang kami dapatkan hari ini? Bapak-bapak anggota DPRD Kabupaten Bengkalis tidak ada yang menemui kami! Kami datang membawa aspirasi rakyat, membawa jeritan masyarakat yang sulit dapat BBM,” serunya.
Ketidakhadiran para wakil rakyat ini, katanya, menegaskan sikap bahwa lembaga legislatif tidak peka terhadap penderitaan konstituennya.
“Saat ini kami masih tidak percaya dengan anggota DPRD Bengkalis. Kepercayaan yang kami berikan telah dijawab dengan ketidakpedulian,” katanya.
Menurut Asrul, momen ini menjadi titik balik perjuangan. Mahasiswa secara resmi mendeklarasikan rencana aksi besar-besaran yang dijadwalkan pada hari Senin mendatang.
“Kami deklarasikan hari ini di hadapan semua, Kami Bakal Datang Lagi! Kami pastikan akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran kembali pada hari Senin depan!” serunya diiringi tepuk tangan dan teriakan semangat massa.
Ia menegaskan, agenda Senin nanti adalah puncak perjuangan. Isu distribusi BBM yang kacau, aturan yang mematikan, dan penderitaan warga wilayah kepulauan akan kembali dikampanyekan dengan kekuatan yang jauh lebih dahsyat.
“Ingat baik-baik! Senin nanti kami tidak datang sendiri. Kami akan bergerak bersama masyarakat, kami ajak para penyalur BBM yang menjadi korban kebijakan kejam ini!,” tegasnya.
Di penghujung orasi yang membara dan penuh emosi itu, seruan perjuangan menggema keras, menandai bahwa perang melawan kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat baru saja dimulai.(mil)
Pekanbaru Pos Riau