
PEKANBARU (pekanbarupos.co) – Komitmen PB Djarum dalam menjaga regenerasi bulutangkis Indonesia terus diperkuat.
Melalui program Audisi Umum PB Djarum 2026, klub bulutangkis berprestasi itu kembali turun langsung ke berbagai daerah untuk menjaring bibit-bibit muda potensial yang diproyeksikan menjadi atlet masa depan Indonesia.
Tidak sekadar mencari pemain berbakat, program ini juga menjadi wujud pemerataan kesempatan bagi anak-anak dari seluruh penjuru Tanah Air agar dapat menggapai cita-cita menjadi atlet bulutangkis profesional tanpa harus datang ke Pulau Jawa.
Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Sigit Budiarto, mengatakan penyelenggaraan audisi di daerah merupakan bentuk strategi “jemput bola” yang dilakukan PB Djarum guna memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat.
“Animo masyarakat terhadap olahraga bulutangkis terus meningkat. Karena itu kami hadir langsung ke daerah agar masyarakat tidak harus datang ke Kudus atau Pulau Jawa untuk mengikuti proses seleksi.
PB Djarum ingin memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak Indonesia,” ujar Sigit di sela pelaksanaan Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Angkasa, Pekanbaru, Rabu (8/7/2026).
Audisi di Pekanbaru berlangsung selama lima hari, mulai 8 hingga 12 Juli 2026. Kegiatan ini mendapat sambutan luar biasa dengan diikuti 306 peserta yang berasal dari 13 provinsi di Indonesia.
Peserta datang dari berbagai daerah di Sumatera seperti Riau, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, dan Aceh.
Selain itu, audisi juga diikuti peserta dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, hingga Papua. Sementara Provinsi Riau menjadi penyumbang peserta terbanyak dengan 181 atlet muda.
Dalam proses seleksi, tim pencari bakat menerapkan sistem screening melalui pertandingan gugur pada tahap awal sebelum dilanjutkan ke format turnamen hingga babak final.
Juara di masing-masing kategori otomatis memperoleh tiket mengikuti karantina selama satu bulan di Kudus, Jawa Tengah.
Selama masa tersebut, seluruh peserta akan kembali menjalani evaluasi menyeluruh, termasuk penilaian lanjutan setelah dua pekan pertama sebelum diputuskan siapa yang berhak bergabung dalam program beasiswa PB Djarum.
Menurut Sigit, penilaian tim seleksi tidak hanya berfokus pada hasil pertandingan. Berbagai aspek lain seperti teknik bermain, penguasaan lapangan, mental bertanding, daya juang, hingga postur tubuh menjadi indikator penting dalam menentukan calon atlet binaan.
Selain itu, tim pencari bakat juga memiliki kewenangan memberikan Super Tiket kepada peserta yang dinilai memiliki potensi istimewa, meskipun tidak keluar sebagai juara.
“Kuota peserta yang masuk karantina tidak ditentukan sejak awal. Semuanya bergantung pada kualitas atlet yang kami temukan.
Jika banyak yang memenuhi standar, tentu jumlahnya bisa bertambah. Kesempatan terbuka sangat lebar bagi siapa pun yang benar-benar memiliki potensi,” jelasnya.
Sigit menilai potensi atlet berbakat tidak hanya berada di Pulau Jawa. Daerah-daerah di luar Jawa memiliki peluang besar melahirkan pebulutangkis nasional apabila mendapatkan akses pembinaan yang tepat.
Ia mencontohkan Makassar yang telah melahirkan sejumlah alumni berkualitas bagi PB Djarum. Karena itu, Riau maupun provinsi lainnya di wilayah barat Indonesia diharapkan mampu menjadi lumbung talenta baru bagi bulutangkis nasional.
“Potensi atlet Indonesia tersebar di seluruh daerah. Kami ingin memastikan anak-anak berbakat dari luar Jawa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi,” katanya.
Di akhir penyampaiannya, Sigit mengingatkan seluruh peserta agar tetap berlatih dengan disiplin dan tidak mudah menyerah selama menjalani proses seleksi.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian Audisi Umum PB Djarum tidak dipungut biaya. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada panitia apabila menemukan oknum yang mengatasnamakan PB Djarum dan meminta sejumlah uang.
“Audisi ini sepenuhnya gratis. Ini adalah komitmen PB Djarum dalam menjaga regenerasi bulutangkis Indonesia secara terbuka, profesional, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak bangsa,” tegas Sigit.(dre)
Pekanbaru Pos Riau