KUALAKAMPAR (pekanbarupos.co) — Pohon Kelor naik daun. Bahkan, karena saking banyaknya manfaat bagi kesehatan manusia, Pemerintahan Kecamatan Kuala Kampar memprogramkan tiap rumah menanam satu pohon kelor ini.
Salah satu target penanaman pohon Kelor, adalah untuk mencegah stunting. Masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya.
“Berdasarkan penelitian pakar kesehatan, daun mengandung banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Salah satunya bisa mencegah stunting,”kata Camat Kuala Kampar Elrasyidi Albi, S. Sos kepada media ini, Kamis (24/8/2023).
“Makanya kita programkan, tiap rumah menanam satu pohon Kelor. Hal ini sering disampaikan oleh pak Bupati Pelalawan H Zukri Misran dalam banyak kesempatan,”ujar Elrasyidi. Untuk itu pula lanjut Camat Kuala Kampar ini, pihak kecamatan bersama TNI Polri juga telah melakukan penanaman ratusan batang pohon Kelor.
“Kegiatan penanaman pohon Kelor bersama Polri dan masyarakat Kuala Kampar menanam pohon sejak dini, agar negeri sejuk dan rindang, bersama kelor cegah stunting,”jelasnya sambil membeberkan 100 pohon Kelor sudah ditanam sebelum HUT RI ke-78 lalu dan pada Rabu (23/8/2023) kembali ditanam ratusan pohon yang sama.
Ditanya sumber bibit pohon dengan nama latin Moringa Oliefera ini, Camat Elrasyidi menyebutkan, bibit dibuat secara mandiri dengan cara stik ke polibeg.
“Adapun lokasi tanam persekitaran Kelurahan Teluk Dalam, kantor kecamatan, Polsek, taman kota, keliling lapangan bola kaki dan jalan protokol,”papar Camat sambil mengatakan pada Rabu lalu juga dilaksanakan penghijauan tanaman keras se Riau dengan tema, Polri Lestarikan Negeri, Penghijauan Sejak Dini.
“Khusus di Kuala Kampar kita menanam pohon kelor,”ungkap Camat sambil mengajak masyarakat juga bersegera menanam pohon yang banyak manfaat untuk kesehatan manusia ini.
Terkait daun kelor ini, Bupati Pelalawan H Zukri Misran bahkan sudah berkunjung langsung ke salah satu lokasi budidaya khusus pohon Kelor ini di Pulau Jawa serta mendorong masyarakat untuk menanamnya.
Dari portal resmi Fakultas Pertanian UMSU disebutkan, manfaat daun Kelor (Moringa oleifera) untuk kesehatan telah lama dipercaya oleh banyak orang. Tumbuhan ini kaya nutrisi dan senyawa aktif yang berperan dalam penyembuhan dan perlindungan tubuh.
Daun kelor memiliki sejarah penggunaan dalam pengobatan tradisional dan kosmetik di berbagai budaya. Di Indonesia, daun kelor diakui sebagai alternatif yang efektif untuk mengatasi masalah gizi buruk.
Kandungan nutrisi dalam daun kelor meningkat ketika dikonsumsi segar atau dalam bentuk bubuk. Daun kelor mengandung vitamin A, kalsium, kalium, dan zat besi dalam jumlah yang tinggi. Dengan manfaatnya yang luar biasa, daun kelor menjadi pilihan yang baik untuk meningkatkan asupan nutrisi dan menjaga kesehatan.
Secara spesifik disebutkan Duan kelor bermanfaat mengurangi kerusakan akibat radikal bebas, merawat kulit dengan mengurangi jerawat, memperbaiki tekstur kulit, meningkatkan kualitas sperma, mendukung kesehatan ibu hamil, menyehatkan rahim, menjaga kesehatan jantung, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan tulang gigi, mencegah gejala PMS, mengatasi penuaan dini, mengontrol gula darah, menjaga kesehatan pembuluh darah.(amr)
Pekanbaru Pos Riau