PANGKALANKERINCI(pekanbarupos.co)-Kondisi ekologis di wilayah Kabupaten Pelalawan kini berada dalam status yang kian memprihatinkan.
Maraknya aktivitas alih fungsi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit yang merambah hingga ke bibir sungai dan area Daerah Aliran Sungai (DAS) diduga kuat menjadi pemicu utama kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini.
Menyikapi situasi tersebut, Ketua Pemuda Peduli Pelalawan (GP3), Joe Kampe, angkat bicara dan menyampaikan kekhawatiran mendalam dari seluruh elemen pemuda setempat.
Menurutnya, pembiaran yang terjadi selama ini telah membuka celah bagi korporasi maupun individu untuk menanam sawit tanpa mengindahkan batasan ekologis yang dilindungi hukum.
”Bicara ekologis di Pelalawan, saat ini sudah sangat memperihatinkan. Karena ada dugaan pembiaran selama ini, banyak korporasi yang menanam kebun kelapa sawit sampai ke bibir sungai. Ini adalah bentuk kerusakan yang luar biasa,” tegas Joe Kampe, Selasa (19/5).
Melihat dampak lingkungan yang kian masif dan tidak baik-baik saja Gerakan Pemuda Peduli Pelalawan secara resmi mendorong Kepolisian Daerah (Polda) Riau untuk turun tangan melakukan investigasi mendalam.
“Kita meminta aparat penegak hukum tidak tebang pilih dalam menertibkan perkebunan yang melanggar aturan tata ruang dan lingkungan,”pinta Joe.
”Kami dari Gerakan Pemuda Peduli Pelalawan mendorong dan mendukung penuh pihak Polda Riau untuk mengungkap kasus dugaan kerusakan ekologis ini. Semua korporasi maupun kebun pribadi yang terbukti menanam sawit hingga ke bibir DAS harus ditertibkan,” lanjutnya.
Langkah tegas ini dinilai krusial agar wilayah Pelalawan terhindar dari potensi bencana alam yang lebih besar di masa depan, seperti pendangkalan sungai, erosi, hingga banjir luapan.
Joe Kampe menyampaikan apresiasi dan harapannya kepada Kapolda Riau agar atensi terhadap kelestarian lingkungan di Pelalawan dapat segera diwujudkan demi keselamatan masyarakat luas. “Terima kasih Pak Kapolda, semoga daerah kita ini bisa terbebas dari bencana,” pungkasnya.(amr)
Pekanbaru Pos Riau