
Tim gabungan Polres dan Polsek Benai membakar rakit PETI yang beroperasi di Kecamatan Benai kemarin.
KUANSING (pekanbarupos.co) — Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Benai masih marak. Meski sempat ditertibkan, pelaku PETI pun seakan tak jera. Mereka kembali beroperasi.
Seperti yang dilakukan tim gabungan dari Satreskrim Polres Kuansing dan Polsek Benai, Senin (27/2) sekira pukul 11.00 WIB. Kali ini tim gabungan melakukan penertiban PETI di Desa Banjar Lopak dan Desa Gunung Kesiangan, Benai.
“Penertiban berkat laporan dari masyarakat yang resah dengan aktivitas PETI,” kata Kapolres Kuansing AKBP Rendra Oktha Dinata melalui Kapolsek Benai Ipda A. Candra Widodo kemarin.
Dalam kegiatan yang dipimpin Kapolsek Benai Ipda A. Candra Widodo dan dibackup Kanit Tipidter Ipda Mario Suwito bersama belasan personel mendatangi lokasi PETI.
“Hari sebelumnya (Minggu,red) kita sudah tertibkan dua unit. Masih ada tujuh rakit laki belum, karena turun hujan lebat,” kata Kapolsek.
Makanya kata Kapolsek, kembali dilakukan penertiban lanjutan. Namun saat sampai di TKP, para pekerja tidak ada lagi berada di lokasi.
“Diduga mereka telah mengetahui kedatangan kita yang akan melakukan penertiban,” ungkap Kapolsek.
Kemudian personil gabungan langsung melakukan penertiban terhadap rakit-rakit PETI yang ditemukan di Desa Banjar Lopak dan Desa Gunung Kesiangan.
“Tujuh rakit PETI kita rusak dengan cara dibakar,” katanya.
Masih kata Kapolsek, pihaknya akan berkoordinasi dengan masyarakat sekitar agar memberitahukan kepada petugas apabila ada aktifitas PETI di lokasi tersebut.
“Kepada pelaku PETI dihimbau agar segera menghentikan kegiatan ilegal di lokasi tersebut,” jelasnya.
Rencana tindak lanjut kata Kapolsek, akan tetap melakukan pengawasan terhadap kegiatan PETI di wilayah hukum Polsek Benai secara kontinu.
“Apabila ditemukan aktivitas PETI akan dilakukan penindakan dan akan proses sesuai hukum yang berlaku,” pungkas Candra.(cil)
Berita lengkapnya baca harian Pekanbaru Pos edisi Rabu (1/3).
Pekanbaru Pos Riau