Gerah Terhadap Permainan Judi, Minta Polisi Tutup

DUMAI (pekanbarupos.co) — Gerah dan selalu mendapat laporan dari warga tentang beroperasinya kembali permainan yang di duga judi jenis Gelanggang Permainan (Gelper) di Kota Dumai. Team Dirkrimum Polda Riau bersama Polres Dumai langsung melakukan pengerebekan lokasi aren permainan yakni, Tarzan Zone, Jalan Ombak, Sabtu (4/3).
Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan, ratusan personil gabungan juga telah disiapkan untuk menuju ke TKP. Sesampainya di TKP, team langsung masuk ke arena Gelpen dan menyuruh seluruh orang yang berada di dalam untuk tidak keluar dari arena ini.
Sekitar 50 an pemain Gelpen termasuk pengelola di amankan dan di giring ke kantor Polres Dumai dilakukan pendataan dan di periksa. ” Pemain akan kita data dan dimintai keterangannya. Sementara pengelola diperiksa lebih lanjut,” ungkap AKBP Nurhadi Ismanto di dampingi Kasat Reskrim, Iptu Bayu saat dikonfirmasi oleh wartawan, Sabtu (4/3).
Dijelaskan kembali bahwa kedatangan team Dirkrimum Polda Riau bersama Polres Dumai mengingat adanya aksi demonstrasi yang digelar Masyarakat Hukum Adat Dumai di Golden atau Tarzan Zone. Aksi demonstrasi itu mendapat pengawalan ketat dari aparat, Sabtu (4/3) sekitar pukul 15.00 WIB.
Orator Aksi, Ismunandar secara tegas meminta aparat agar menutup seluruh Gelper yang ada di Kota Dumai. Pasalnya, keberadaan Gelper telah meresahkan masyarakat.
” Gelper ini sudah meresahkan masyarakat. Kita minta aparat segera menutup seluruh Gelper yang ada di Dumai karena terindikasi menjadi arena judi,” tegas Ismunandar.
Oleh karena itu, Kapolres Dumai, AKBP Nurhadi Ismanto secara tegas menyampaikan bahwa Gelanggang Permainan (Gelper) yang terindikasi judi dipastikan tidak bisa lagi beroperasi.
“Saya pastikan seluruh Gelper di Dumai akan kita tutup,” tegas Kapolres AKBP Nurhadi Ismanto disambut teriakan takbir dari massa Masyarakat Hukum Adat Dumai.
Lebih lanjut disampaikan Kapolres AKBP Nurhadi, pihaknya tidak akan memberi ruang adanya aktifitas perjudian di Dumai. Terkait izin yang dikantongi pengusaha Gelper, AKBP Nurhadi akan berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kota Dumai.
“Kita akan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat, bagaimana izin bisa dicabut,” jelas Kapolres.
Pada kesempatan itu, Kapolres Dumai AKBP Nurhadi Ismanto juga memerintahkan anggotanya untuk memasang pamflet penutupan sementara Gelper Golden.
“Atas Dasar Deskresi Kepolisian Demi Ketertiban Umum Untuk Sementara Tempat Ini Ditutup Oleh Polres Dumai,” demikian isi pamflet yang di pasang di pintu Gelper Golden.
Setelah mendengar pernyataan Kapolres Dumai, massa dari Masyarakat Hukum Adat Dumai merasa puas dan selanjutnya membubarkan diri dengan tertib. (mat)
Berita lengkapnya baca harian Pekanbaru Pos edisi Senin (6/3).
Pekanbaru Pos Riau