Sabtu , 18 April 2026

Kebun Swadaya Diporak-porandakan PT BBSI, Warga Mulai Frustasi dan Minta Dinas Terkait Bertindak 

Sejumlah alat berat milik PT BBSI sedang melakukan steking tanaman kelapa sawit swadaya milik masyarakat.

INHU (pekanbarupos.co) — Para petani kelapa sawit di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) lemas tidak berdaya setelah melihat perkebunan kelapa sawit yang puluhan tahun ditanam, dirawat, kini telah porak poranda dan rata dengan tanah ulah pihak manajemen PT Bukit Betabu Sei Indah (BBSI), yang bergerak dalam bidang Hutan Tanaman Industri (HTI) berupa tanaman Akasia.

Soleman, salah satu warga di Desa Talang Bersemi Kecamatan Batang Cenaku mengatakan bahwa ada sebanyak dua unit alat berat milik PT BBSI melakukan penebangan pohon sawit yang ditanam petani sejak tahun 1999 – 2000.

“Mereka membabi buta babat ‘buah emas’ kami yang puluhan tahun dirawat hingga berproduksi. Perusahaan itu tidak menghiraukan teriakan kami dengan dalil lahan tersebut masuk dalam izin HTI,” katanya kepada media ini, Jumat siang (24/3/2023).

Lelaki 38 tahun itu merinci, ada sekitar 60 hektar perkebunan kelapa sawit milik masyarakat yang bakal ditebang korporasi dan diganti komoditas tanaman hutan seperti pohon akasia. Aktivitas tersebut sudah berjalan selama 5 hari dengan luasan lahan yang selesai dikerjakan mencapai 30 hektar.

“Perusahaan sewenang-wenang terhadap kami petani, sebelum korporasi beraktivitas kami sudah duluan bercocok tanam di areal tersebut. Itu bisa dilihat dari umur tanaman kebun yang saat ini sudah mencapai 10 – 15 tahun,” terangnya.

Menurutnya, pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) diharapakan turun tangan menyelesaikan persoalan ini dan berpihak kepada masyarakat demi keberlangsungan hidup. Pasalnya, jika itu tidak segera ditangani, maka bukan saja konflik yang bakal terjadi melainkan bentrok antara masyarakat dengan karyawan perusahaan.

Pemicunya, PT BBSI mengklaim areal konsesinya ada sekitar 6.000 hektar dan ini sangat bertentangan dengan masyarakat. Sebab, kondisi lahan yang diklaim tersebut saat ini tumbuh subur tanam kelapa sawit milik masyarakat yang tinggal di lima desa.

“Puluhan tahun kami meniti hidup untuk sejahtera dari perkebunan kelapa sawit. Eh, kini korporasi seenaknya saja merenggut harapan itu, kami akan lawan meski nyawa taruhannya,” pungkasnya.

Dia menjelaskan, masyarakat desa yang terlibat dalam konflik lahan dengan PT BBSI tersebut sekitar lima desa, di antaranya Desa Kerubung Jaya, Desa Bukit Lingkar, Desa Talang Bersemi, Desa Talang Mulia dan juga Desa Bukit Lipai.

Warga lainnya, Rojik mengatakan, karena lahan berupa perkebunan kelapa sawit milik masyarakat di porak porandakan oleh PT BBSI, mereka kini mengaku stres dan frustasi.

“Ini kali kedua setelah beberapa tahun silam kebun kami di steking dan ditanami pohon akasia oleh PT BBSI” ungkapnya.

Kepala desa Bukit Lipai, Suryo Indro Wibowo, Sos juga membenarkan jika puluhan warganya memiliki perkebunan swadaya yang terletak di Sei Elok Kecamatan Rakit Kulim. Jika benar adanya pihak PT BBSI menggasak kebun warga mereka, maka dikawatirkan perekonomian masyarakat akan terhimpit.

“Warga saat ini menggantungkan hidupnya dari hasil kebun Swadaya. Hampir ratusan warga Desa Bukit Lipai berkebun disana (Sei Ekok-red),” jelas Bowo.

Terpisah, Manager Humas PT BBSI, Asri yang dikonfirmasi mengatakan bahwa belum mendapat informasi adanya pekerjaan di mana kebun kelapa sawit masyarakat ditumbangi oleh tenaga kerjanya menggunakan alat berat. Kendati demikian, Asri berjanji akan mengkroscek hal tersebut.

“Kalaupun ada aktivitas, yang jelas pasti dalam areal kerja PT Bukit Betabu Sei Indah, meskipun lahan itu sudah ditanami pohon kelapa sawit oleh masyarakat,” ungkap Asri.(har)

Berita lengkapnya baca harian Posmetro Indragiri edisi Sabtu (25/3).

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *