PASIRPENGARAIAN (pekanbarupos.co) — Praktik penipuan yang mencatut nama Kepala Daerah kembali terjadi. Pelaku kejahatan penipuan mencatut nama Bupati Rokan Hulu, H Sukiman. Modus pelaku adalah mengirimkan donasi bantuan dana pembangunan tempat ibadah, dan selanjutnya pelaku meminta kembali kepada korban untuk membagi sebagian donasi yang dikirim kepada lembaga yang di arahkan pelaku kepada korban.
Aksi kejahatan penipuan transaksi elektronik ini nyaris menimpa Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) DPD Kabupaten Rokan Hulu, Dr HC Yuli Hesman MPd. Dalam cuitannya media sosial pada Ahad kemarin. Kejadian penipuan ini terjadi pada Hari Sabtu, (6/5).
Kronologisnya, Ustadz Yuli Hesman yang juga sebagai pengasuh sebagai pengurus Pondok Pesantren dan Masjid Baitul Izzah tersebut mendapat chat Whatsapp dari pelaku bernama Joko yang mengaku sebagai utusan dari Bupati Rokan Hulu, H Sukiman, ingin menyampaikan amanah menyalurkan bantuan pembangunan masjid.
Awalnya, si pelaku Joko tersebut mengucap salam lalu menanyakan kepada Ustadz Yuli Hesman apakah benar pengurus Masjid Ar Rahman, Desa Sialang Jaya, Kabupaten Rokan Hulu. Lalu salam dijawab oleh Ustadz Yuli Hesman, seraya menanyakan apa yang bisa dibantu.
Bak gayung bersambut, si pelaku mulai melancarkan niat busuknya ingin memperdaya Ustadz Yuli Hesman. “Perkenalkan saya Joko, utusan Bapak H Sukiman selaku bupati rokan hulu Guna menyampaikan amanah beliau, terkait rencana beliau. Yg dimana beliau ingin memberi bantuan/donasi untuk Masjid Ar rahman. Entah itu untuk program rehab, pembangunan, renovasi, maupun operasional untuk masjid,” tulis pelaku di kanal Whatsapp dengan nomor seluler 0878-6694-7xxx.
Tak sampai disitu, Ustadz Yuli Hesman belum menaruh curiga mengucapkan terima kasih, dan menanyakan kelanjutannya.
Nah, disini pelaku juga menyampaikan bahwa bantuan dari pribadi dan keluarga H Sukiman ini juga disalurkan buat pembangunan Masjid Baitul Izzah Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Izzah.
Tanpa menaruh rasa curiga, Ustadz Yuli Hesman mengamini permintaan pelaku untuk mengirimkan foto bangunan masjid, berikut nomor rekening Masjid.
Tak berselang lama, pelaku pun mengirimkan bukti transaksi transfer sebesar Rp25 juta dari nomor rekening atas nama Sukiman.
Tak sampai disitu, pelaku juga mencoba untuk memperdaya korban, dengan membagikan pesan dari Bupati H Sukiman yang meminta kepada pengurus Baitul Izzah membagi sebagian donasi ke rekening salah satu lembaga organisasi Islam.
“Donasi ini 20.000.000 untuk masjid Baitul Izzah. Dan saya titip amanah yg 5.000.000 untuk santunan yatim/duafa di panti asuhan muhammadiyah. Mohon sampaikan ke pihak panti asuhannya bahwa bantuan ini dari hamba allah,” pesannya disertai dengan nomor kontak pengurus yayasan yang dimaksud.
Sampai disitu, Ustadz Yuli Hesman mulai sadar bahwa ia menjadi korban penipuan, lantas membalas chat pelaku agar tidak mempermainkan ibadah. “Terima kasih atas permainnya. Semoga bapak tidak lama bermain main karena dunia ini memang mempermainkan bapak sehingga tak tahu arah tujuan akhir hidupnya. Selamat menempuh perjalanan akhirat bapak. Semoga Allah beri hidayah,” balas Ustadz Yuli Hesman mengakhiri chatting di Whatsapp nya.
Kejadian penipuan dengan modus donasi buat tempat-tempat ibadah bukan kali pertama terjadi. Kejadian serupa pernah terjadi kepada pengurus Masjid Baiturrahman Desa Ujung Batu Timur, Kecamatan Ujung Batu.
Modus nya sama, pelaku mengirim donasi kepada pengurus masjid, lalu meminta kembali pengurus untuk membagi donasi tersebut kepada yayasan atau lembaga yang sudah diarahkan oleh pelaku.
Beruntung pada kejadian itu, pengurus masjid mengecek kebenaran transaksi tersebut ke Bank Riau-Kepri Syariah. Memang betul, kalau transaksi donasi tersebut tidak ada.
Semoga dari kejadian tersebut, para pengurus yayasan dan tempat-tempat ibadah lebih ekstra hati-hati jika menerima transaksi non tunai atau transfer. Jika mendapat transaksi non tunai yang mencurigakan alangkah baiknya cek dulu ke Bank yang bersangkutan.(sal)
Berita lengkapnya baca harian Pekanbaru Pos edisi Senin (8/5).
Pekanbaru Pos Riau