Rabu , 27 Mei 2026
Ampuh akan menggelar aksi unjuk rasa terkait aktifitas PT MIA di Kuansing.

Tambang Batu Bara di Kuansing Gunakan Peledak, Ampuh akan Demo PT MIA

KUANSING (pekanbarupos.co) — Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum (AMPUH) Kuansing melayangkan surat permohonan aksi demo ke Polres Kuansing, Minggu (13/8) sore.

Mereka akan aksi turun ke jalan agar operasional PT Manunggal Inti Artamas (MIA) yang diduga menggunakan peledak dinamit untuk dihentikan.

Hal itu disampaikan Penanggung jawab Aksi AMPUH Noverman di Kota Teluk Kuantan. Menurutnya, surat itu telah diterima petugas di Sat Intelkam dan aksi itu akan digelar, Rabu (16/8) dengan jumlah masa kurang lebih 100 orang.

”Surat izin aksi sudah kita serahkan ke Polres. Aksinya kita gelar Rabu mendatang,” ujar Nover yang didampingi Humas aksi Kevin.

Menurut Nover, latar belakang aksi ini karena adanya gempa di daerah Singingi Kuansing yang dirilis BMKG pada 4 Agustus lalu. Diduga penyebab gempa dari aktifitas operasional tambang batu bara PT MIA.

Selain itu katanya, ada pernyataan humas perusahaan kontraktor di PT MIA bernama Jarman di salah satu media online, jika PT MIA melakukan peledakan dinamit sebanyak puluhan kali sehari.

“Itu sudah sangat merusak lingkungan. Maka itu yang menjadi salah satu poin aksi kita nanti,” ujar Nover.

Tak hanya itu, lanjut Nover, masih menurut sumber media online itu, jika PT MIA mendapatkan dinamit dari Mabes Polri juga menjadi poin bagi pihaknya saat aksi nanti.

“Kita meminta pihak Mabes Polri untuk mengklarifikasi ucapan Jarman di salah satu media online itu,” katanya.

Masih menurut Nover, pihaknya juga mengangkat poin permasalahan dugaan beroperasinya PT MIA di luar IUP. Oleh karenanya di dalam aksi nanti pihaknya meminta kepada Kejaksaan Agung untuk menyelidiki permasalahan itu.

“Kita meminta Kejagung menyelidiki dugaan PT MIA yang beroperasi di luar IUP serta meminta PT MIA segera mengganti kerusakan rumah warga akibat gempa yang lalu,” pungkas Nover yang juga ketua Pospera Kuansing ini.

Sementara itu, Mugi seorang karyawan PT MIA saat dikonfirmasi Rpg terkait akan adanya aksi AMPUH itu tak mau berkomentar. Dirinya mengaku jika dirinya tidak punya kuasa untuk berkomentar.

”Saya tidak bisa berkomentar masalah ini. Biar pimpinan saya saja yang komentar,”ujarnya seraya memberikan nomor kontak pimpinannya.

Sedangkan pimpinan PT MIA yang disebut Mugi bernama Aries, saat dikonfirmasi Rpg terkait akan adanya aksi AMPUH, hingga berita ini diturunkan belum membalas.

Sementara, Minggu (6/8) Bupati Kuansing Suhardiman Amby bersama dinas terkait juga telah mendatangi PT MIA guna menindaklanjuti laporan warga terkait penyebab gempa dengan magnitudo 4,3 pada, Jumat (4/8) lalu itu, disebutkan akibat ledakan dinamit.

Dalam lawatannya di lokasi operasi PT MIA itu, Suhardiman meminta menajemen PT MIA tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, terkait ekploitasi tambang batubara.(cil)

 

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *