PEKANBARU (Pekanbarupos.co) – Pasca rentetan kasus korupsi dan dugaan penyimpangan yang mencoreng birokrasi Pemprov Riau, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mulai lakukan langkah tegas.
Setelah “membongkar” Sekretariat DPRD Riau terkait kasus SPPD fiktif, kini giliran Dinas PUPR-PKPP Riau yang diguncang rotasi besar-besaran menyusul mencuatnya skandal “jatah preman” yang menyeret sejumlah pejabat.
SF Hariyanto mulai bergerak keras membenahi birokrasi Pemerintah Provinsi Riau terebut, guna antisipasi tidak lagi terjadi kasus korupsi dan menghadirkan pemerintahan yang bersih dan profesional.
Di lingkungan Sekwan DPRD Riau, sekitar 300 ASN dirombak dan dipindahkan ke berbagai OPD di lingkungan Pemprov Riau sebagai bagian dari langkah penataan dan pembersihan birokrasi.
Sementara di Dinas PUPR-PKPP Riau, perombakan dilakukan melalui pelantikan 236 pejabat eselon III dan IV, Selasa (26/5/2026) lalu dengan jumlah rotasi terbesar terjadi di OPD tersebut.
Tak sekadar mutasi dan rotasi, SF Hariyanto juga menjatuhkan sanksi demosi terhadap pejabat yang dinilai perlu dievaluasi.
Seperti, Basharuddin yang sebelumnya menjabat Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah V diturunkan menjadi pejabat eselon IV.
Sebaliknya, sejumlah pejabat yang dinilai layak mendapat kepercayaan justru dipromosikan. Salah satunya Legina Yuliastari yang naik menjadi pejabat eselon III di Badan Pendapatan Daerah Riau.
Tak hanya itu, posisi strategis mulai dari sekretaris dinas, kepala bidang, kepala UPT hingga Plt kepala dinas juga turut mengalami pergeseran.
SF Hariyanto menegaskan, langkah ini bukan sekadar penyegaran jabatan, melainkan bentuk pembenahan total untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap birokrasi Pemprov Riau.
“Rotasi ini agar roda pemerintahan berjalan lebih baik. Semua harus bekerja luar biasa demi pelayanan masyarakat dan tata kelola pemerintahan yang bersih,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh pejabat dan ASN agar tidak lagi bekerja santai di tengah tantangan ekonomi dan tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi.
“Tidak ada lagi yang santai-santai. Bekerjalah dengan hati, ikhlas, profesional dan jaga integritas birokrasi,” tutupnya.(dre)
Pekanbaru Pos Riau