Pembentukan MUI Tingkat Desa Se Benai
KUANSING (pekanbarupos.co) — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuansing membentuk pengurus MUI hingga tingkat desa. Saat ini kepengurusan MUI tingkat desa di sembilan kecamatan sudah dilantik.
“MUI tingkat desa di sembilan kecamatan sudah kita lantik, tinggal enam kecamatan lagi, termasuk Benai,” kata Ketua MUI Kuansing H Bakhtiar Saleh saat menghadiri pembentukan MUI tingkat desa di Kecamatan Benai, Ahad (24/9).
Keenam kecamatan tersebut kata Bakhtiar, diantaranya Kecamatan Benai,
Inuman, Logas Tanah Darat, Sentajo Raya, Singingi Hilir dan Kuantan Mudik. “Kita minta kecamatan yang belum, untuk segera mengirimkan orangnya. Satu desa lima orang,” katanya.
Bakhtiar mengatakan, MUI mempunyai tugas mulia, yakni membawa umat hidup lebih maju. Katanya, maju dan mundurnya desa atau kecamatan tergantung ulama.
“Karena MUI berperan sebagai wadah tempat masyarakat bertanya. Ketika ada masalah agama, maka MUI beriringan dengan pemerintah menyelesaikannya,” katanya.
Pembentukan MUI tingkat desa ini dirasa perlu kata Bakhtiar, karena penduduk Kabupaten Kuansing hampir 99 persen beragama Islam. Selain itu, agar koordinasi lebih cepat jika sewaktu-waktu ada permasalahan.
“Selain itu MUI desa juga berperan dalam membentengi akidah umat di zaman era modern saat ini,” katanya.
Sementara Kepala KUA Benai H Jefri Eriadi mengatakan hal senada. Ia mengatakan peran MUI yang didalamnya terdapat perkumpulan ulama bertugas mengurus umat serta membentengi akidah umat. Membentengi umat baik dari pengaruh internal maupun eksternal,” katanya.
Belakangan katanya, kondisi sudah semakin mengkhawatirkan. Mulai masuknya modernisasi teknologi, merosotnya nilai-nilai Islam hingga penyalahgunaan narkoba.
“Maka kondisi ini perlu kita kawal. Kita sebagai yang tuakan selangkah bisa membentengi umat dari hal-hal yang tidak baik,” katanya.
Sementara Ketua MUI Kecamatan Benai Roni Putra MPd mengatakan MUI merupakan wadah para ulama yang berperan khususnya di bidang keagamaan. Tentu ini merupakan tugas mulia untuk mencerahkan umat.
“MUI desa juga sebagai ujung tombak informasi, terutama di tahun politik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Roni.(cil)
Pekanbaru Pos Riau