Minggu , 28 Juni 2026
Kondisi terkini Jalinsel, Pangkalan Kasai - Lubuk Kandis kian mengkhawatirkan.har

Jalinsel Pangkalan Kasai – Lubuk Kandis Kian Hancur, Pemerintah Terkesan Tak Hiraukan Keselamatan Warga

INHU (pekanbarupos.co) – Warga di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, khususnya yang berdomisili di Kecamatan Batang Cenaku dan Seberida harus berhati hati melintasi Jalan lintas selatan (Jalinsel), yang berada di alur transportasi pangkalan – Kasai Lubuk Kandis.

Sebab, jalan yang menghubungkan 2 Kecamatan ini kondisinya semakin hancur dan berlobang hingga mengancam keselamatan jiwa setiap pengendara motor dan juga roda empat karena rawan kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas).

Jalan yang mengalami kerusakan ini, terjadi di sepanjang jalan poros desa Seresem (Blok E), Bandar Padang Kecamatan Seberida. Sementara di Kecamatan Batang Cenaku berada diporos desa Aurcina, tepatnya mulai dari simpang 3 Kilan hingga memasuki dusun Pematang Duku.

Warga yang saben hari melintas jalan utama ini kerap mengaku sangat khawatir jika melintasi jalur tersebut. Karena harus fokus dan berhati hati. Jika tidak, akan masuk ke lubang, apa lagi jika hujan lebat kondisi jalan itu sangat berbahaya karena tertutup genangan air.

“Kondisi ini sudah lama terjadi, sekarang semakin mengkhawatirkan. Pemerintah terkesan cuek dan tak tanggap serta tak menghiraukan akan keselamatan warga,” ujar Yanto, Ahad (3/12/2023).

Pria yang mengaku berdomisili di Kecamatan Batang Cenaku ini juga mengatakan, kondisi jalinsel rusak dan berlobang hingga berdiameter 1,5 meter p kedalaman bervariasi antara 15 hingga 30 centimeter. Karena kondisi ini, mengakibatkan pengendara yang melintas harus memakan jalur berlawanan untuk menghindarinya.

Jalan yang berlubang, kata dia, ada puluhan titik disepanjang jalan yang dimaksud. Sehingga warga meminta pemerintah provinsi Riau segera menggelontorkan dana untuk perbaikan. “Kami berharap jalanan tersebut segera diperbaiki sebelum menelan korban jiwa. Karena jika pengendara terjatuh bukan hanya luka tapi juga bisa meninggal dunia terlindas truk karena arus lalu lintasnya cukup padat,” jelasnya.

Warga lainnya, Anto juga mengatakan hal senada, dirinya sangat khawatir jika pemprov Riau tak segera tanggap dengan kondisi ini, maka besar kemungkinan jalan akan semakin sulit dilintasi. “Selain berlubang, kondisi aspal juga sudah banyak yang mengelupas. Tolong Pemerintah segera turun cek lokasi, kemudian melakukan perbaikan tambal sulam dengan aspal, jangan hanya ditimbun dengan baru base saja,” sebutnya.

Dikatakan olehnya lagi, sudah hampir satu tahun belakangan ini, karena jalan rusak parah, yang biasanya butuh waktu 1 jam perjalanan dari simpang Kerubung Jaya (DK3) menuju kota Blilas Kecamatan Seberida. Kini, gegara jalan rusak dirinya mengaku butuh waktu hingga 1,5 jam perjalanan. Tentu ini cukup menyita waktu, terutama saat situasi genting agar cepat sampai ditujuan. “Paling parah dan memakan waktu itu saat melintasi poros desa Bandar Padang hingga simpang SMP blok E,” jelasnya.

Sementara itu, pihak Pemprov Riau melalui UPT IV, Arfis ketika dimintai tanggapan terkait kondisi jalinsel ini tak banyak komentar. ” Nanti saya sampaikan ke pimpinan,” singkatnya.(har)

 

About Linda Agustini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *