INHU (pekanbarupos.co) — Ratusan lubang menganga yang berada di akses jalan pangkalan Kasai – Lubuk Kandis (Jalinsel) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau hantui keselamatan pengguna jalan. Pasalnya, sudah beberapa tahun belakangan ini kondisi akses utama masyarakat Kecamatan Batang Cenaku -Seberida menuju jantung ibu kota Kabupaten Inhu di Pematang Reba kondisi kian memprihatinkan.
Bagaimana tidak?, sepanjang jalan mulai dari desa Serensem (blok E) – desa Bandar Padang Kecamatan Seberida – Simpang 3 Kilan – desa Aurcina Kecamatan Batang Cenaku dengan panjang berkilo kilo meter bisa dikatakan sulit dilalui. Tentu saja banyak penyebab dari kerusakan jalan ini, selain gerusan air hujan, lindasan roda armada over kapasitas pengangkut hasil bumi juga jadi salah satu biang kerok terjadinya jalan bak kubangan kerbau.
Sementara itu, Pemprov Riau melalui Dinas PUPR yang mempunyai tanggung jawab terkait insfrastruktur darat ini mengaku jika saat ini sedang ” Zonk anggaran “.
“Soalnya untuk tahun ini udah abis anggaran kami bang, insyaAllah awal tahun mulai lagi bang,” jawab pihak UPT IV, Arfis melalui pesan WhatsApp ketika dimintai tanggapan terkait akses yang dimaksud, Jumat sore (29/12/2023).
Dengan singkat Arfis meminta kepada awak media ini untuk mengirimkan sejumlah foto dan vidio kondisi Jalinsel di alur Pangkalan Kasai -Lubuk Kandis tersebut. “Tapi nanti saya juga bantu laporkan dulu sama atasan saya bang,” tambah Arfis lagi.
Sebelumnya, sejumlah masyarakat mengeluhkan hancurnya Jalinsel ini. Menurut mereka, apakah kondisi seperti ini akan dibiarkan begitu saja tanpa ada solusi dari para pemangku kebijakan, dalam hal ini Pemprov Riau. Jika tak segera dilakukan tambal sulam, tak menutup kemungkinan akan memakan korban jiwa karena Kecelakaan lalulintas (lakalantas).
Terkait kondisi ini, sejumlah pengamat dan aktivis turut buka suara dan berharap apa yang disampaikan pihak UPT IV yang akan mengelontorkan dana di akses tersebut pada tahun 2024 mendatang bukan saja isapan jempol belaka.
“Hitungan hari lagi kan sudah tahun 2024. Kita tunggu saja apa yang bisa diperbuat oleh bapak bapak kita sebagai wakil rakyat dan para pemangku kebijakan yang duduk di Provinsi sana,” kata aktivis Satsus BN Provinsi Riau,Arbain.
Arbain mewakili masyarakat berharap Pemprov Riau peka serta cepat tanggap dengan berbagi keluhan dari rakyat, salah satunya terkait lobang yang menganga di sepanjang jalan Pangkalan Kasai -Lubuk Kandis.
“Kami bayar pajak, tentu saja kami juga mendambakan jalan yang mulus agar roda perekonomian kami juga semakin lancar,” ucap Arbain.
Salah satu tokoh masyarakat (tomas) yang berdomisili di Kecamatan Batang Cenaku, Hartato juga menyampaikan hal senada dengan Arbain. Menurut dia, masyarakat saat ini tengah mendambakan adanya perbaikan jalan oleh Pemprov Riau. Sebab, jalan yang dimaksud ini notabenenya merupakan jalan provinsi.
“Ya jika belum bisa dilakukan tambal sulam mengunakan aspal, setidaknya ditimbun dulu mengunakan material batu,” pintanya.
Jalan yang rusak ini, tambah Hartato, sebelum sudah kerab sekali dilakukan penimbunan oleh masyarakat setempat dengan ala kadarnya. Misalnya hanya dengan ditimbun menggunakan batu krokos terkadang hanya tanah merah.” Jika musim kemarau justru menyebabkan kepulan debu, sebaliknya jika musim penghujan jalan malah belepotan bak adonan lumpur,” ujar Hartato.
Kendati demikian, dirinya juga menilai positif dengan langkah dan upaya yang dilakukan oleh sejumlah warga itu. Meskipun usaha itu tak bisa bertahan lama karena minimnya biaya seadanya dari masyarakat.
“Untuk itu, kami minta Pemprov Riau tanggapi keluhan masyarakat dan berupaya semaksimal mungkin agar jalan kembali mulus ,” pungkasnya.(har)
Pekanbaru Pos Riau