INHU (pekanbarupos.co) — Puluhan masyarakat dusun Talang Tanjung Desa Siambul Kecamatan Batang Gangsal Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau berbondong bondong datangi RS Muizzah, kota Belilas Kecamatan Seberida, Senin (15/1/2024) pagi.
Mereka datang ke unit kesehatan ini sebagai bentuk solidaritas terhadap salah satu warga (AS) yang mengalami luka luka karena menjadi korban penganiayaan oleh sejumlah oknum keamanan eks PT Seberida Subur (PT SS) pada Jumat 12 Januari 2024 kemarin.
Tak hanya bapak bapak, para enak emak pun turut serta dalam solidaritas itu didampingi sejumlah tokoh masyarakat dan penerima kuasa mereka dari Aktivitas Satsus BN Provinsi Riau, Arbain. Bahkan, ke 7 warga lainnya yang turut jadi korban kekerasan dari sejumlah oknum yang sama pun ikut ke RS tersebut.
Salah seorang warga inisial JS ditemui di RS Muizzah mengaku jika delapan warga saat itu jadi bulan bulanan 3 oknum keamanan eks PT SS. Mereka dianiaya di 2 lokasi yang berbeda, yang mana lokasi pertama (TKP) di lahan 368 hektar milik mereka berdasarkan sporadik yang dikeluarkan oleh desa pada waktu itu.
Lokasi ke 2, sebut JS, berada di kantor koorporasi itu. Ditempat ini, mereka kembali mengalami kekerasan meskipun tak ada perlawanan terhadap 3 oknum itu. JS mengaku juga merupakan salah salah satu dari delapan warga yang ikut dianiaya.
“Saat dikantor, dengan tangan terikat kami masih ditampar,” ungkap JS sembari menyebut saat dilokasi pertama mereka selain dipukul, ditunjang juga dipaksa untuk memakan brondolan kelapa sawit.
Ditempat yang sama, salah seorang tokoh masyarakat desa Siambul, RD juga turut mengutuk keras terhadap aksi kejam dari sejumlah oknum keamanan eks PT SS terhadap ke delapan warga. Dengan nada menggebu-gebu, dirinya mewakili korban dan keluarga besar korban penganiayaan meminta pihak Puspom TNI mengambil tindakan tegas jika salah satu oknum yang menganiaya warga itu terbukti seorang anggota TNI.
“Jika dia terbukti seorang anggota TNI aktif, maka kami berharap oknum itu ditindak tegas,” pinta RD.
Tak hanya RD, selaku pendamping masyarakat Dusun Talang Tanjung, Arbain juga dengan tegas akan menuntut keadilan atas penganiayaan itu. Dirinya dalam waktu dekat ini akan membuat laporan dan pengaduan langsung ke Detasemen Polisi Militer I/3 Pekanbaru atau Denpom I/3 Pekanbaru melalui Sub Danpom 1/3 Bukit Barisan di Tembilahan.
“Kita akan bawa langsung sejumlah korban beserta Barang Bukti (BB) untuk membuat laporan terkait penganiayaan itu,” tegas Arbain.
Sebelumnya, dr Heritia Pratama Oktaviani selaku dokter umum yang bertugas di RS Muizzah, Belilas ditemui media ini juga membenarkan jika saat ini pihaknya sedang merawat salah seorang pasian inisial AS warga Dusun Talang Tanjung Desa Siambul.
Dijelaskan olehnya, pasien atas nama AS saat pertama kali dibawa ke RS Muizzah mengalami luka luka. Terutama bagian dada karena benturan benda tumpul.
“Yang dirasakan pasien sesak nafas. Dan saat ini kondisinya mulai membaik,” ungkapnya.(har)
Pekanbaru Pos Riau