PANGKALANKERINCI (pekanbarupos.co) –Ternyata dua ekor gajah sudah melanglang buana sejak dua bulan belakangan ini di Pangkalan Kerinci. Hanya saja, berpindah-pindah dari kebun yang satu ke kebun milik warga yang lain.
Warga pun mendesak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) segera mengevakuasi sebelum semakin banyak tanaman yang dirusak. Jika dibiarkan warga khawatir konflik gajah dengan manusia akan melebar.
“Intinya kami minta segera dievakuasi. Jangan menunggu banjir surut atau alasan lain. Kami tak sanggup harus patroli tiap hari tiap malam. Di lokasi kami saja sudah dua pekan,”ujar Bang Wel, Senin (15/1/2024) malam.
Menurut Bang Wel, tak sedikit sawit miliknya yang jadi sasaran hewan bertubuh gemoy ini.” Terutama sawit yang seumuran dua tahun. Dicabut pucuknya dan di makan,”ungkap Bang Wel kesal sambil menyebutkan lokasinya kebunnya di KM 3,5 akses road PT RAPP Kelurahan Pangkalan Barat Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau dekat sekolah Al Bayan.
Sampai sore Bang Wel bersama keluarga dan rekan-rekannya berada di lokasi coba mengusir dua ekor gajah dengan membunyikan suara letusan.
Selain Bang Wel, Amri, pemilik kapling di sekitar kompleks Sekolah Al Bayan juga menjadi korban. Sejumlah pohon kelapa, ubi dan nanas yang ditanam dicabut dan dilahap hewan dilindungi tersebut.
“Qoddarullahu maa syaa afa’al, kelapa yang sudah di tanam setahun lebih, nanas juga ubi dimakan gajah. Itu milik tentang Pak Son, kelapanya juga jadi sasarannya,” paparnya sambil menyebutkan jarak kapling dengan kompleks sekolah Al Bayan kurang lebih 100 meter.
“Tidak tahu persis kapan tanaman produktif ini dieksekusi gajah. Entah siang atau malam. Karena baru sore tadi ke lokasi,”paparnya.
Edi, Ketua RW 05 Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau membenarkan keluhan masyarakat soal gajah yang masuk dan merusak tanaman milik warga.
“Dua ekor gajah ini sudah hampir dua bulan di Pangkalan Kerinci. Hanya saja, hewan gemoy ini pindah-pindah. Kadang dekat GOR Tengku Pangeran. Kadang dekat Al Bayan, kadang dekat kebun dekat SPBU KM 55,” jelasnya.
Ketua RW dengan nama Suardi ini menambahkan, dia bersama warga termasuk RT juga yang juga ikut patroli. Kadang sampai malam.
“Kami juga ikut patroli sampai malam kadang bang. Ini tanya Pak Muslim (mangan Ketua RW) kami sudah lebih dua pekan mondar mandir karena kelakuan gajah ini,” kata Edi.
“Kami dan warga mendesak pihak terkait mengevakuasi ke lokasi habitatnya bang. Ini kan istilahnya masuk di kota bang, ibu kota Kabupaten Pelalawan. Memang agak bagian pinggirnya tapi tetap saja masuk kota,” ujar Edi.
“Kita khawatir warga panas hati dan melakukan tindakan melanggar hukum bang. Kan, sawit mereka dirusak. Bahkan, tanaman produktif pun digas gajah,” imbuh Edi. Memang lanjut Edi hal itu sudah disampaikan ke pihak BBKSDA Riau yang turun.
“Tim BKSDA sudah dua kali bertukar bang. Artinya, mereka sudah turun. Tapi memang belum ada solusi. Kalau warga kan minta ditembak bius lalu dibawa dari Pangkalan Kerinci,”lanjut Ketua RW 05 lagi.
Memang lanjut Edi, didapat informasi pihak BKSDA berupaya mencari lokasi di kebun perusahaan agar gajah di sana.” Tapi info yang saya dapat pihak perusahaan perkebunan sawit yang ada dekat SPBU KM 55 juga menolak. Kalau menunggu banjir ya terancamlah tanaman masyarakat,”papar Edi.
Namun lanjut Edi, besok Selasa (16/1/2024) tim baru BKSDA akan turun lagi dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana dan Damkar Kabupaten Pelalawan.
“Besok katanya mau turun lagi jam 10.00 WIB. Sementara tim akan diganti dengan yang baru lagi. Kita tentu terlalu mengerti kali lah. Yang penting warga mendesak gajah segera dipindahkan dari kebun mereka,” harapnya.
Ali Sonang Harahap ketua Tim BKSDA yang sempat media ini konfirmasi mengatakan terkait konfilik gajah yang Pangkalan Kerinci disarankan komunikasi dengan pimpinannya.
“Langsung aja komunikasi dengan pinpinan saya pak sama Pak Laskar beliau Kasi wilayah yang mencakup Kabupaten Pelalawan, Inhu, Inhil, dan Kuansing pak,”katanya. Hanya saja sampai berita ini dirilis belum berhasil dikonfirmasi.(amr)
Pekanbaru Pos Riau