Sabtu , 24 Februari 2024
Kepala SMPN 16 Pekanbaru, Dra Endang Sriwijayati foto bersama guru dan siswa usai peringatan Isra Mikraj di sekolah.ist

Tingkatkan Iman dan Taqwa, SMPN 16 Pekanbaru Gelar Peringatan Isra Mikraj

PEKANBARU (pekanbarupos.co) — Dalam rangka meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan kepada Allah SWT, SMPN 16 Kota Pekanbaru menggelar tausiah agama peringatan Isra’ Mikraj Nabi Muhammad SAW 1445 H, Rabu (7/2/2024). Acara yang dipusatkan di halaman sekolah itu mengusung tema “Menyadarkan Diri Bahwa Sholat Tidak Habya Sebatas Kewajiban, Melainkan Kebutuhan”.

Ratusan siswa dan guru SMPN 16 Pekanbaru tampak antusias mendengarkan ceramah yang disampaikan Ustad Masdar Ismail MPd dari MDI Kota Pekanbaru. Kepala SMPN 16 Pekanbaru, Dra Endang Sriwijayati menjelaskan, peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW harus dapat dijadikan sebagai momentum untuk memotivasi diri guna meningkatkan amal ibadah kepada Allah SWT.

“Momentum Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW hendaklah dijadikan pembelajaran dan sarana introspeksi diri agar lebih baik lagi. Sehingga berbagai problema kehidupan dapat disikapi dengan cara arif dan bijaksana, sembari mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta menjalankan perintahnya dan menjauhkan larangannya,” ujar Endang, Senin (12/2/2024).

Sementara itu, Ustad Masdar Ismail MPd dalam tausiahnya menyebutkan, jika peristiwa Isra Mi’raj adalah perjalanan penting Nabi Muhammad SAW . Dimana Beliau diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram menuju ke Masjid Al-l Aqsa hingga sampai ke Sydratul muntaha.

“Peristiwa Isra Mi’raj terjadi karena pada saat peristiwa tersebut, Nabi Muhammad SAW sedang dalam keadaan sedih atau disebut tahun kesedihan. Rasulullah kehilangan dua sosok pelindung yang menjadi orang terdekatnya, yaitu pamannya Abu Thalib serta istri tercinta Rasulullah, yaitu Sayyidatina Siti Khadijah. Maka dari itu, pada satu malam, Allah memberikan perjalanan pada hamba Rasullah,” papar Ustad Masdar.

Dijabarkan Ustad Masdar, peristiwa Isra’ Mi’raj berkaitan erat dengan salat lima waktu. Dimana yang menjadi sejarah dalam peristiwa tersebut berkat Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah untuk menunaikan salat lima waktu dalam sehari semalam.

“Marilah kita tanamkan niat untuk selalu melaksanakan salat lima waktu, berdo’a, bermunajat dan berserah diri kepada Allah SWT, memohon ampunan dan meminta keberkahan dan petunjuk di setiap permasalahan yang kita hadapi, dan yang paling utama hindari hal-hal yang menghambat diterimanya amal sholeh kita dihadapan Allah SWT,” sebutnya.

“Kalau ingin hidup tenang, ingin sukses, maka jangan tinggalkan salat. Karena salat adalah tiang agama, serta teruslah membaca sholawat agar hidup lebih bermakna dan mendapat ketenangan serta berkah dari Allah SWT,” pesan Ustad Masdar.(yan)

About Alzamred Malik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *