EVALUASI PEMBELAJARAN MELALUI TEKNOLOGI ANALISIS KUALITAS PENDIDIKAN DI ABAD KE-21
Fauzul Azim
STAIN Bengkalis
email : rrrzul808@gmail.com
ABSTRACT
Permasalahan yang paling utama dari kemajuan teknologi yaitu terletak pada kemampuan sumber daya manusia dalam mengaplikasikannya, terutama dalam proses pembelajaran. Pada hakikatnya manusia selama hidupnya tidak pernah putus dari kata belajar. Semakin berkembangnya revolusi industry 4.0 membawa dampak pada dunia pendidikan terutama dalam proses pelaksanaannya. Pembelajaran abad 21 lebih menekankan pada kemampuan stakeholder pendidikan menggunakan tekonologi seperti laptop, ponsel pintar, LCD dan masih banyak lagi media digital yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran teknologi pendidikan dalam pembelajaran abad 21 Peran teknologi pendidikan dalam pembelajaran abad 21, sangat dibutuhkan terutama dalam proses pembelajaran, guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran tentunya memiliki suatu metode pembelajaran seperti memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi. Penggunaan media pembelajaran pada proses belajar mengajar berfungsi menumbuhkan keinginan dan minat yang baru untuk siswa, menumbuhkan motivasi belajar, dan bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa. Media teknologi pembelajaran membantu memantapkan pengetahuan pada benak para peserta didik serta menghidupkan pelajaran yang dapat mempermudah pemahaman peserta didik. Manfaat penggunaan media ini diharapkan mampu menarik perhatian peserta didik dan memudahkan peserta didik dalam memahami materi.
A. PENDAHULUAN
Pembelajaran di abad 21 harus dapat mempersiapkan generasi manusia Indonesia menyongsong kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan bermasyarakat. Implikasi pada pembelajaran di sekolah-sekolah di Indonesia mengharuskan semua stageholder pendidikan harus menguasai ICT literacy skill. Guru, siswa, bahkan orangtua siswa harus melek teknologi dan media komunikasi, dapat melakukan komunikasi yang efektif, berpikir kritis, dapat memecahkan masalah dan bisa berkolaborasi. Model pembelajaran akan bergeser secara signifikan kearah penerapan teknologi digital. Literacy ICT di sekolah-sekolah di Indonesia harus ditingkatkan secara merata sehingga gap antara sekolah di pedesaan dan perkotaan semakin sempit. Ini semua menghendaki kerja keras dan kerja cerdas semua stageholder pendidikan di Indonesia.(Salsabila et al., 2020).
Merasakan manfaat landasan filosofi teknologi pembelajaran untuk pendidik dan pengajar. Dunia pendidikan saat ini dituntut untuk dikembangkanya pendekatan pembelajaran sesuai dengan dinamika pendidikan Negara kita yang berakar pada UUD 45 dan UU no. 20 Tahun 2003 yang berakar pada nilai nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan zaman dan sesuai dengan perkembangan IPTEK. (Devinta, 2018).
Permasalahan pendidikan yang semakin hari semakin pelik dengan adanya berbagai krisis dan revolusi mental yang bersamaan dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menghadirkan beragam permalahan dalam pembelajaran peserta didik, seperti kreativitas, kemampuan menganalisis, memecahkan masalah, serta berpikir kritis sangat jauh dari kata memuaskan. Evaluasi pembelajaran menunjukkan peserta didik sangat jauh dari kata memuaskan terlihat dari hasil belajar peserta didik menurun, kurangnya motivasi belajar, minat menurun dan masih banyak lagi permasalahan yang muncul dari gagalnya system pembelajaran.
Guru merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan pembelajaran terkesan monoton dalam menyampaikan pembelajaran didalam kelas, metode ceramah, mencatat serta mengerjakan tugas dipandang sangatlah tidak sesuai lagi dengan peserta didik abad 21. Sejak Nadiem Makarim menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI pada 23 Oktober 2019, ia telah menerapkan sejumlah kebijakan dan program unggulan terkait pendidikan. Salah satunya adalah Kurikulum Merdeka.
Perkembangan dunia abad 21 ditandai dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam segala segi kehidupan, termasuk dalam proses pembelajaran. Dunia kerja menuntut perubahan kompetensi. Kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan berkolaborasi menjadi kompetensi penting dalam memasuki kehidupan abad 21. Sekolah dituntut mampu menyiapkan siswa memasuki abad 21. Subjek abad 21 terdiri atas bahasa inggris (bahasa resmi masing-masing negara), bahasa pergaulan dunia, seni, matematika, ekonomi, pengetahuan alam (science), geografi, sejarah, pemerintahan, dan kewarganegaraan. Sedangkan tema abad 21 mencakup kesadaran global; literasi keuangan, ekonomi, bisnis dan wirausaha; kesadaran sebagai warga negara; literasi kesehatan; dan literasi lingkungan. Taksonomi Bloom sebagai acuan dalam tujuan pembelajaran menyangkut dimensi pengetahuan dan proses kognitif.
Teknologi Pendidikan adalah sesuatu proses yang sistematis dan terdiri dari lingkungan, manusia, alat dan sistem, yang diantaranya organisasi, prosedur dan gagasan. Pendidikan Teknologi berkembang sangat pesat, baik dari penerapan berupa sistemnya yang inovatif maupun strateginya. Namun perkembangan teknologi tersebut masih dirasa kurang maksimal pada era sekarang ini atau era Millenial. Maka dari itu perlu dilakukan perkembangan teknologi pendidikan agar dapat diterapkan dalam system pendidikan. lalu bagaimanakah eksistensi teknologi dalam kemajuan pendidikan islam di abad 21?berbagai masalah yang sering dikeluhkan dalam pelaksanaan pendidikan agama islam di lapangan yaitu kurang menariknya materi dalam hal penyampaian.
Adapun problematika terkait teknologi dalam pendidikan meskipun sudah berkembang pesat namun tidak seluruhnya di kawasan atau daerah dapat terjangkau jaringan, selain itu tidak di dukung dengan adanya perangkat yang memfasilitasi. Dapat diamati di wilayah Indonesia terdapat daerah yang termarginalkan pada umumnya dipadati penduduk yang masih primitive Sehingga belum mengenal dunia luar dan jauh dari maraknya teknologi (Salsabila et al., 2020).
Pada penelitian literature review ini, penulis memfokuskan pada analisis konsep peranan teknologi dalam pembelajaran untuk membentuk karakter dan skill abad 21. Analisa ini penting agar tumbuhnya kesadaran SDM baik dari guru, teknolog, orangtua, institusi, sekolah maupun pemerintah untuk memperhatikan mengenai kualifikasi dan kompetensi pendidik yang berkualitas, pengembangan perangkat pembelajaran yang inovatif sesuai perkembangan teknologi, kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja (DUDI), serta fasilitasi teknologi yang menunjang proses pengajaran dan pembelajaran
B. METODE
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan pendekatan penelitian berupa studi pustaka. Menurut Zed dalam (Barus : 2019) penelitian studi pustaka memiliki ciriciri diantaranya : (1) Penelitian ini berhubungan dengan teks atau data angka bukan dengan lapangan atau saksi mata, peristiwa, orang atau benda-benda lain; (2) Data bersifat siap pakai atau berhadapan langsung dengan data yang sudah ada di perpustakaan atau sumber lainnya; (3) Data di perpustakaan umumnya berasal dari sumber data sekunder, artinya peneliti memperoleh data dari tangan kedua bukan dari tangan pertama di lapangan; (4) Kondisi data di perpustakaan tidak dibagi oleh ruang dan waktu.
C. HASIL DAN DISKUSI
Peranan Teknologi pada Pembelajaran Abad 21 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan; 2 keseluruhan sarana untuk menyediakan barangbarang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Sedangkan pengertian teknologi menurut pasal 1 ayat 2 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pegembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah cara atau metode serta peoses atau produk yang dihasilkan dari pemanfaatan berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan, kelangsungan dan peningkatan mutu kehidupan manusia.
Salah satu model pembelajaran yang dapat diaplikasikan dalam perkembangan teknologi adalah blended learning. Blended learning adalah sebuah kemudahan pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, dan gaya pembelajaran, memperkenalkan berbagai pilihan media dialog antara fasilitator dengan orang yang mendapat pengajaran. Blended learning juga sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran daring tapi lebih daripada itu sebagai elemen dari interaksi sosial (Effendi & Wahidy, 2019).
Perangkat pembelajaran merupakan seperangkat alat atau perlengkapan untuk melaksanakan proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran menjadi pegangan bagi pendidik untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Penyusunan perangkat pembelajaran merupakan bagian darirencana proses pembelajaran. Rencana pembelajaran dirancang dalam bentuk silabus, RPP beserta lembar kegiatan dan instrumen evaluasinya yang mengacu pada standar isi, standar proses, dan standar evaluasi. Selain itu dalam perencanaan pembelajaran juga dilakukan perencanaan terhadap media yang akan digunakan dan sumber belajarnya. Penyusunan perangkat pembelajaran yang baik akan meningkatkan kualitas keterlaksanaan proses pembelajarannya. Sahidu et al (2018) mengungkapkan bahwa penggunaan perangkatan pembelajaran yang baik, menciptakan pembelajaran yang baik pula, sehingga diharapkan dapat meningkatkan keefektifan dan kualitas pembelajaran. Kualitas pembelajaran tentunya juga berdampak pada hasil belajar siswa. Widodo & Joko (2015) menyatakkan bahwa proses pembelajaran dapat dilakukan dengan baik, benar, tepat, dan berhasil optimal jika guru memiliki strategi pembelajaran yang dapat membantu siswa mengoptimalkan proses pembelajaran. Proses pembelajaran tersebut dirancang sesuai dengan kebutuhan siswa pada abad 21.
1. Karakter dan Skill pada Pembelajaran Abad 21
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan psiritual keagamaan, pengendalian diri, masyarakat, bangsa dan negara (UU No.20, 2003). Dunia pendidikan memiliki peranan yang sangat penting untuk melahirkan para generasi penerus bangsa yang berkualitas, memiliki kemampuan yang handal dalam menghadapi tantangan serta mampu melakukan inovasi ke arah yang lebih baik (Pinatih, 2020). Menurut Dictionary of Education, pendidikan adalah proses ketika seseorang mengembangkan kemampuan, skiap dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya dalam masyarakat tempat ia hidup, proses sosial ketika orang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol (khususnya yang datang dari sekolah) sehingga dia dapat memeperoleh atau mengalami perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimum.
2. Keterampilan dalam Pembelajaran Abad Ke-21
Keterampilan merupakan kemampuan dasar yang harus dilatih, diasah, dan dikembangkan secara terus menerus (berkelanjutan) sehingga menjadi potensial dalam melakukan sesuatu. Untuk mengembangkan keterampilan diperlukan proses pengasahan akal atau pemikiran, sehingga mendorong timbulnya keterampilan khusus pada diri manusia. Keterampilan juga dapat mengikuti zaman yang ada, dimana keterampilan ini dapat beradaptasi sesuai perkembangan pikiran dan masalah-masalah yang sedang dialami.
Keterampilan juga berkaitan dengan karakter moral anak yang sudah diajarkan dalam pendidikan keluarga pada saat dini. Dalam pendidikan keluarga sangat penting untuk menanamkan karakter anak dalam tantangan di era revolusi industri 4.0, orang tua perlu memberikan teladan berupa sikap atau perilaku yang patut untuk dicontoh yang mengandung nilai-nilai karakter, seperti sifat jujur, benar, ikhlas, adil, dan nilai-nilai karakter lainnya (Litasari, 2019: 216).
Masa depan evaluasi pendidikan abad 21 akan terus menekankan peningkatan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia yang terus berubah. Ini akan memerlukan kolaborasi antara pendidik, peneliti, dan pemangku kepentingan pendidikan untuk mengembangkan metode evaluasi yang lebih baik dan lebih sesuai dengan visi pendidikan abad 21. Dengan cara ini, kita dapat memastikan bahwa pendidikan benar-benar mempersiapkan siswa untuk sukses dalam dunia yang kompleks dan beragam.
Masa depan evaluasi pendidikan abad 21 akan terus menekankan peningkatan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia yang terus berubah. Ini akan memerlukan kolaborasi antara pendidik, peneliti, dan pemangku kepentingan pendidikan untuk mengembangkan metode evaluasi yang lebih baik dan lebih sesuai dengan visi pendidikan abad 21. Dengan cara ini, kita dapat memastikan bahwa pendidikan benar-benar mempersiapkan siswa untuk sukses dalam dunia yang kompleks dan beragam.
D. KESIMPULAN
Pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang mengakibatkan perubahan dalam sebuah proses pemebelajaran. Hal tersebut ditandai dengan adanya perubahan kurikulum, dan teknologi. Dalam pada pembelajaran abad 21 juga perlu memahami sebuah konsep yaitu konsep 4C. Dimana secara sederhana dapat diartikan sebagai pembelajaran yang memberikan kecakapan abad 21 kepada para peserta didik, yaitu 4C yang meliputi Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creative and Innovative. Pencapaian keterampilan abad ke 21 bisa dilakukan dengan meningkatkan kualitas pembelajaran, dan peran pendidik dalam melaksanakan pembelajaran abad 21 sangat penting untuk mewujudkan masa depan peserta didik yang lebih baik. Selain itu guru pun harus memiliki keterampilan dan inovasi terbaru dalam menghadapi pembelajaran abad ke 21.
REFERENSI
Devinta, M. S. (2018). Landasan Filosofi Teknologi Pembelajaran. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, 1(666).
Effendi, D., & Wahidy, D. A. (2019). Pemanfaatan Teknologi Dalam Proses Pembelajaran Menuju Pembelajaran ABAD 21. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang.
Litasari, V. N., Pramukti, R. H., Farikhah, N. A., & Hidayah, R. The Importance Of Family Education To Instill Children’s Moral Character In The Era Of Industrial Revolution 4.0. In Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series, 2(1), 213-218.
Sahidu, H., Gunawan, G., Rokhmat, J., & Rahayu, S. 2018. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika.
Salsabila, U. H., Ilmi, M. U., Aisyah, S., Nurfadila, N., & Saputra, R. (2021). Peran Teknologi Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Era Disrupsi. Journal on Education, 3(01), 104–112. https://doi.org/10.31004/joe.v3i01.348
Sonia, T. N. (2019). Menjadi Guru Abad 21: Jawaban Tantangan Pembelajaran Revolusi Industri 4.0. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pendidikan Pascasarjana UNIMED.
Widodo, G., & Joko, J. 2015. Pengembangan Dan Implementasi Perangkat Pembelajaran Berbasis Proyek. Innovation of Vocational Technology Education, 11(1). (Tar/rls)
Pekanbaru Pos Riau