TANDUN (pekanbarupos.co) — Kabupaten Rokan Hulu menjadi salah satu daerah terbesar yang memiliki kebun kelapa sawit terluas di Provinsi Riau. Bukan cuma sebagai penyumbang pemasukan sektor perkebunan untuk daerah, perkebunan sawit juga menjadi penopang perekonomian hampir 70 persen masyarakat Negeri Seribu Suluk tersebut.
Peningkatan akses jalan untuk hilir mudik pengangkutan TBS sawit dari kebun ke pabrik merupakan kunci stabilnya harga komoditas sawit. Hal ini pula yang menjadi perhatian khusus Kepala Dinas PUPR Kabupaten Rokan Hulu, Anton ST, MM.
Bukan sekedar menyelesaikan tugas sebagai seorang kepala dinas, atau menyenangkan pimpinan. Anton ST MM merasakan beratnya beban petani jika akses untuk menjual hasil TBS sawit mereka tidak dapat dilalui.
“Sudah barang pasti, kalau jalan nya tidak dapat dilalui, harga jual sawit pasti turun. Nah, untuk itu kami hadir bagaimana akses keluar masuk buah sawit masyarakat bisa berjalan lancar, sehingga tidak ada tambahan biaya transport yang harus dibebankan ke petani,” jelas Anton ST MM menjawab pekanbarupos.co belum lama ini.
Akses perkebunan sawit yang dimaksud Anton adalah Rekonstruksi Peningkatan Pengaspalan Jalan Simpang PIR – Desa Bono Tapung sepanjang 409 meter
“Menjadi bukti konkrit tindak lanjut komitmen PUPR untuk mempermudah akses transportasi masyarakat desa, Khususnya para petani sawit,” sebut Anton.
Progres pekerjaan yang telah mencapai persentase 98% ini, Kelak akan mempermudah para petani sawit, Pun masyarakat sekitar desa untuk memperlancar transportasi dari dan menuju desa sekitar. Dampak signifikan diyakini akan dirasakan masyarakat Desa Bono Tapung untuk meningkatkan produksi hasil perkebunan para petani sawit di desa tersebut.
Anton, ST, MM menerangkan pekerjaan pengaspalan jalan Simpang PIR – Desa Bono Tapung sudah masuk dalam Daftar Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) APBD Tahun 2024.
“Pekerjaan tersebut sudah melalui proses usulan dan masuk dalam rencana kerja bagian perencanaan”, sebut Anton. Lanjut Anton, Pasca pengaspalan pekerjaan, Diharapkan masyarakat Desa Bono Tapung dapat memaksimalkan akses jalan lintas desa, Baik transportasi masyarakat maupun untuk angkutan produksi hasil perkebunan.
Sementara itu, Kades Bono Tapung, Riyanto berterima kasih atas pengaspalan yang dilakukan PUPR yang melibatkan infrastruktur jalan desa nya. “Sebagai Kades, Saya sangat berterima kasih dan mendukung pekerjaan pengaspalan dari PUPR Rohul ini,” sebut Riyanto.
Tambah Kades Bono Tapung, Menjelang pengaspalan yang hampir selesai besok, (17/6), Nantinya akan mempermudah akses transportasi masyarakat desa untuk berbagai aktivitas pekerjaan. “Alhamdulillah informasi nya tinggal finishing saja, Artinya jalan lintas sepanjang hampir setengah kilometer ini dapat segera digunakan masyarakat Desa Bono Tapung untuk kelancaran aktivitas nya”, terang beliau.
Sukadi salah seorang warga yang sehari-hari berkebun sawit di desa yang sama merasakan dampak besar pengaspalan jalan di desanya.
Dia menceritakan, dibanding 10 tahun belakang ia harus mengeluarkan biaya tambahan untuk bisa mengantarkan hasil kebun menuju pabrik, belum lagi jika musim penghujan tak jarang mobil angkutan truk terbalik atau terjebak di kubangan jalan berlumpur. “Terma kasih kepada Pak Anton ST MM semoga kedepan semakin banyak lagi jalan perkebunan yang dapat dibangun,” harap ayah empat orang anak ini.(sal)
Pekanbaru Pos Riau