Minggu , 14 Juli 2024
Kepala Kantor Kemenag Kuansing Drs H Efrion Efni MAg saat membuka kegiatan penguatan moderasi beragama bagi pengurus MUI Kuansing, Rabu (10/7).cil

MUI Kuansing Gelar Penguatan Moderasi Beragama bagi Pengurus, Hadir untuk Kemaslahatan Umat

KUANSING (pekanbarupos.co) — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuantan Singingi menggelar kegiatan Penguatan Paham moderasi beragama bagi pengurus MUI di aula Kantor Kementerian Agama Kuansing, Rabu (10/7).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Kemenag Kuansing Drs H Efrion Efni MAg diikuti oleh puluhan pengurus MUI Kabupaten Kuansing.

Kepala Kantor Kemenag Kuansing Drs H Efrion Efni MAg menilai bahwa ulama adalah orang yang ahli di bidang ilmu agama dan umum. Seharusnya itu harus ditunjukkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. “Maka ilmu yang dimiliki harus ditujukan untuk kemaslahatan umat,” katanya.

Efrion titip beberapa pesan kepada pengurus MUI Kabupaten Kuansing. Pertama keilmuan harus diberikan untuk kemaslahatan umat. MUI harus terlihat keberadaan dan fungsinya di tengah masyarakat.

“Jangan hanya sekedar merk tapi harus dibutuhkan masyarakat. Saat ini masyarakat kita sangat majemuk, maka benteng terakhir tempat bertanya adalah MUI,” katanya. Ketika lebel ulama disematkan kata Efrion, tentu itu sesuatu yang amat berat.

Maka pesan kedua, jangan pernah berhenti belajar, karena ilmu itu sangat dinamis. “Jika pengetahuan itu jika tak di-update, maka kita akan ketinggalan. Karena pengetahuan tidak akan berhenti berubah, terus ada yang baru,” katanya.

Menurut Efrion, MUI merupakan organisasi keagamaan dari pusat hingga kecamatan. Maka ia mengajak agar pengurus MUI juga menjadi mencari informasi riak-riak kerukunan di daerah sehingga bisa diantisipasi.

“Ada pesan pak Menteri Agama, bahwa ASN Kemenag jadi intel-intel kerukunan. Kita minta anggota MUI juga melakukan yang sama agar Kuansing tetap kondusif,” kataya.

Sementara Ketua Umum MUI Kuansing H Bakhtiar Saleh menyampaikan bahwa upaya untuk menjadikan Islam sebagai rahmah bagi semesta alam adalah hal sangat penting. Konsep rahmat adalah kasih sayang bukan sebatas pada manusia, namun kepada semua ciptaan Allah SWT.

Oleh karenanya, kegiatan penguatan moderasi beragama dipandang penting sebagai ikhtiar untuk menguatkan prinsip Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin

“Rahmatan lil ‘alamin. Rahmat itu kasih sayang bukan hanya untuk umat Islam, tapi untuk umat manusia. Misi Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin salah satunya dengan kegiatan moderasi beragama,” kata Bakhtiar.

Sementara Ketua Panitia Erapindo Alfaqih mengatakan acara Penguatan Paham Moderasi Beragama bagi Pengurus MUI Kuansing digelar oleh dua komisi, yakni Komisi Dakwah dan Komisi Ukhuwah.

Masih kata Erapindo, kegiatan dengan peserta anggota MUI Kuansing ini mendatangkan dua narasumber yakni Kepala Kemenag Kuansing Drs H Efrion Efni MAg dan Ketua MUI Kuansing H Bakhtiar Saleh MA.

“Saya berharap peserta mengikuti acara penguatan paham moderasi beragama untuk menambah ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan umat,” ungkapnya.(cil)

About Alzamred Malik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *