PEKABARU (Pekanbarupos.co) – Pasangan Bakal Calon (Bacalon) Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru Edy Natar Nasution-Destrayani Bibra merupakan tokoh yang bersih dari permasalahan hukum. Maka tidak ada alasan, tidak mendukung pasangan tersebut di Pilwako Pekanbaru mendatang.
Hal tersebut disampaikan Ketua dewan pimpinan daerah (DPD) Partai Nasdem Kota Pekanbaru, Abu Bakar Sidik. Ia mengatakan Edy Natar dikenal merupakan sosok agamis, konsisten, tegas, disiplin dan peduli dengan masyarakat.
Hal itu terbukti katanya, mulai saat ia memimpin Danrem 031 Wira Bima, Wagubri hingga Gubri definitif sudah banyak berbuat untuk daerah dan tanpa tersangkut masalah.
“Kita bisa lihat dan mendengar selama menjabat beliau belum pernah tersangkut dengan hukum. Beliau bersih, orangnya lurus dan tegas apa lagi dalam memperjuangkan masyarakat,” kata Abubakar Sidik acara silaturahmi akbar dan konsolidasi partai koalisi dan relawan Edy – Bibra, Rabu (4/9/2024).
Saat menjabat Gubernur meski hanya lebih kurang dua bulan, Edy Natar berani pasang badan dan berhasil perjuangkan hak masyarakat dari permasalahan dengan perusahaan. Artinya kepemimpinan beliau tidak diragukan lagi.
Begitu juga Calon Wakil Walikota Kota Pekanbaru, Destrayani Bibra yang sebelumnya juga merupakan pejabat atau ASN Pemerintah Kota Pekanbaru yang sangat berpengalaman dan paham dengan kota Pekanbaru.
“Selama menjabat beliau ini bersih dan juga tidak pernah terlibat dengan permasalahan hukum. Maka itu saya menegaskan tidak ada alasan tidak mendukung pasangan ini,” tuturnya.
Sebagai partai pengusung, Partai Nasdem menetapkan pilihan tidak sembarangan mengusung calon. Namun berdasarkan berbagai penilaian dan survei sebelumnya. Baik survei tanggapan masyarakat maupun beberapa lainya.
“Edy Natar Nasution dan Destrayani Bibra masih merupakan Kader Partai Nasdem. Saya yakin pasangan Edy-Bibra mampu membawa Kota Pekanbaru lebih baik kedepannya,” katanya.
Ia juga yakin dengan masyarakat Kota Pekanbaru untuk memenangkan Edy -Bibra pada Pilwako 2024 mendatang.
“Masyarakat sudah kenal dan melihat rekam jejak Edy-Bibra selama menjabat sebelumnya,” tuturnya.
Sementara Calon Walikota Pekanbaru Edy Natar Nasution menegaskan ia selalu mengedepankan amanah dan tidak lupa minta Ridho dari Allah SWT. Untuk sebuah jabatan ia tidak pernah mendapatkan dengan cara tidak baik.
“Mulai dari saya menjabat Danrem 031 Wira Bima, Wakil Gubernur dan Gubernur Riau definitif tidak ada proses yang tidak baik. Maka itu saya tidak ada beban dalam memimpin,” katanya.
Dalam memimpin, ia menegaskan tidak pernah takut untuk membuat kebijakan. Apalagi untuk memperjuangkan masyarakat.
“Tidak ada beban, apalagi jadi tersangka dan tersandera oleh siapa dan dalam masalah apapun yang bisa menghalangi dalam membuat kebijakan,” katanya.
“Jadi kuncinya untuk memimpin itu, kita tidak boleh tersangka dan tersandra oleh siapa dan apapun. Jadi sebagai pemimpin itu harus merdeka dan bebas untuk berbuat dan memperjuangkan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengucapkan berterimakasih kepada masyarakat kota Pekanbaru yang dalam memberikan dukungan. Ia berharap mudah-mudahkan kita bisa mewujudkan kota Pekanbaru jadi lebih baik dan maju kedepan.
“Kami juga tidak akan berbuat apa-apa tanpa dukungan dari masyarakat,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Calon Wakil Walikota Pekanbaru, Destrayani Bibra. Jika untuk memajukan Kota Pekanbaru ini bukan merupakan hal yang gampang, tapi bukan hal yang sulit namun kembali pada kebijakan, ketegasan dan kemauan pemimpin.
“Semua itu sesuai yang disampaikan bapak Edy Natar Nasution. Jika untuk menyelesaikan permasalahan Kota Pekanbaru ini kembali pada kebijakan dan kemauan,” katanya. (dre)
Pekanbaru Pos Riau