Rabu , 27 Mei 2026
Masyarakat tengah mengevakuasi potongan tubuh korban dari dalam perut buaya.

Mengerikan! Kepala dan Tangan Pemancing Ikan di Kubu Putus Dimangsa Buaya

KUBA (pekanbarupos.co) – Ratusan warga berhasil menangkap seekor buaya di perairan Suak Obo di duga pemangsa seorang warga pemancing ikan, Jumat (20/9/2024) sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban diketahui bernama Yasim (68)
warga RT 01, RW 07, Dusun Teluk Durian, Kepenghuluan Teluk Nilap, Kecamatan Kubu Babussalam (Kuba), Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau.

Seekor buaya jenis buaya ikan berukuran lebar 60 Centi meter (Cm) dan panjang 4 meter ini berhasil ditangkap setelah dilumpuhkan dengan disetrum menggunakan dua mesin genset.

Ratusan warga di bantu aparat kepolisian dari Polsek Kubu, personil Koramil 04 Kubu dan pemerintah Kepenghuluan sempat langsung melakukan penangkapan buaya tersebut.

Ketua RW 07, Amran kepada Wartawan di lokasi rumah duka menjelaskan, sebelum kejadian korban pergi memancing ikan di perairan Suak Obo, Kamis (19/9/2024) sekitar pukul 09.00 WIB sampai malam hari korban tidak kunjung kembali kerumah.

“Begitu mendengar informasi korban hilang, warga langsung menuju lokasi tempat korban biasa memancing di perairan Suak Obo atau Paret 2000, satu Malaman warga mencari dilokasi dan malam itu juga ada sebagian warga menemukan seekor muncul di lokasi kejadian,” ujarnya.

Kuat dugaan, kata Amran, korban saat melintasi paret bekoan itu dengan cara melemparkan rejan pancing ke-seberang paret, lalu korban membuka celana dan menyebrangi paret tersebut dengan cara berenang.

“Kita juga tidak tau pasti apakah korban dimakan buaya saat berenang atau di daratan setelah menyebrang, karena almarhum juga mengalami keluhan sakit dibagian kaki,” ujarnya.

Tepatnya sekitar pukul 09.00 WIB warga yang tengah melakukan pencairan melihat seekor buaya membanting jasat korban di dalam air.

“Begitu melihat jasat korban sedang dibanting buaya, warga yang sudah ramai di lokasi langsung menyetrum buaya itu, akhirnya berhasil dilumpuhkan dan diseret warga ke daratan,” ujarnya.

Menurut Ketua RW, saat buaya berhasil di evakuasi, sebagian jasat korban bagian badan masih di dalam mulut buaya sedangkan tangan dan kepala didalam perut buaya sehingga buaya tersebut dibunuh dan bagian perut buaya dibelah mengeluarkan bagian jasat korban.

“Terpaksa perut buaya itu dibelah warga karena kepala dan tangan korban berada di dalam perut buaya, hari ini (Jumat red) juga almarhum dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Datuk Rambe sedangkan bangke buaya itu ditanam di lokasi penemuan korban,” pungkasnya. (Zul)

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *