Minggu , 31 Mei 2026
Foto Ppco : Ribuan masyarakat Kecamatan Kubu dan Kuba bersama Upika saat melaksanakan ritual tolak bala ratib kerambai.

Ritual Ratib Kerambai, Ribuan Masyarakat Menyusuri Sungai Baung Lantunkan Kalimat Tauhid

KUBA (pekanbarupos.co) – Kalimat tauhid berkumandang di sepanjang Perairan Sungai Baung yang kini di kenal sebagai Sungai Kubu. Kalimat tauhid ini dilantunkan ribuan masyarakat Kecamatan Kubu (Kuba) dan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Rabu (2/4/2025) sekitar pukul 08.00 WIB.

Kegiatan ini merupakan ratib Kerambai yang menjadi tradisi masyarakat kenegerian Kubu sejak nenek moyang dilaksankan pada hari raya idul Fitri ke-3 setiap tahun dari turun temurun.

Pelaksanaan ratib kerambai dilaksakan dengan melantunkan kalimat tauhid sembari meminta pertolongan kepada Allah agar di jauh segala mala marabahaya dari masyarakat.

Uniknya, doa tolak bala ini dilaksanakan masyarakat di atas bot dengan menyusuri perairan Sungai Kubu sampai menuju laut lepas. Kegiatan star dari makam Datuk Rambai, Kepenghuluan Teluk Nilap, Kecamatan Kubu Babussalam menuju laut lepas Kelurahan Teluk Merbau, Kecamatan Kubu.

Hadir Camat Kuba, Hasan Usman Spd.MM, Camat Kubu, Dr.Syafrizal SAg.MIS, Kapolsek Kubu, Iptu Kodam F Sidabutar SH.MH, panitia ratib kerambai, para Datuk Penghulu se-Kubu dan Kuba, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat dari berbagai kepenghuluan.

Camat Kuba, Hasan Usman SPd.MM mengatakan, tradisi ratib kerambai doa tolak bala sudah dilaksanakan masyarakat kenegerian Kubu dari tahun ke tahun setiap tahunnya.

“Sejak dari nenek moyang kita dulu, tradisi ratib kerambai dipegang teguh masyarakat, ini sebagai bentuk doa tolak bala agar masyarakat dan kampung halaman yang kita cintai ini di jauhkan Allah dari bala marabahaya,” ujarnya.

Lanjut masyarakat, masyarakat kenegerian Kubu sangat memegang teguh tradisi ini. Hal ini terlihat dari tahun Ketahun jumlah masyarakat yang mengikuti ritual ratib kerambai terus semangkin meningkat yang di ikuti kaum bapak.

“Tahun ini merupakan Ke-99 tahun ratib kerambai dilaksanakan, ada 50 bot masyarakat yang mengikuti ratib kerambai, jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun 2024 lalu, kalau jumlah jiwa mencapai ribuan orang kegiatan ini hanya boleh di ikuti kaum adam saja sebagaimana yang diterapkan nenek moyang kita dulu,” ujarnya.

Menurut Camat, saat ini masyarakat khusunya yang berprofesi sebagai nelayan sangat dihantui oleh keganasan hewan buaya. Sudah banyak warga yang menjadi korban di perairan Sungai Baung atau Sungai Kubu meningal dunia akibat dimangsa buaya.

“Kita juga meminta kepada masyarakat Kecamatan Kubu dan Kubu Babussalam, agar menyadari, bahwa ada pantang larang yang sudah ditetapkan leluhur, kemudian masyarakat juga harus saling bekerjasama dan kompak mengikuti serta bersatu terutama mengindahkan larangan agar tidak membuang sampah rumah tangga di perairan Sungai Kubu,” ujarnya.

Menurut Camat, akibat ulah oknum masyarakat pedagang yang mandel terus membuang limbah rumah tangga di perairan Sungai Kubu, membuat sungai menjadi tercemar dan mengundang hawan buaya untuk datang dan terus menampakkan diri ke permukaan air.

“Insya Allah tahun 2026 ratib kerambai ke-100 tahun, kita upayakan menghadirkan pak Bupati, H.Bistamam dan Wakil Bupati, Jhony Charles BBA.MBA di sela-sela kesibukan dalam menjalankan roda pemerintahan Kabupaten Rokan Hilir,” pungkasnya. (Zul)

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *