Foto keluarga Kampriwoto dan Dwita Istarina, yang inspiratif, memilih semua anak-anaknya kuliah di Universitas Gajah Mada (UGM).
PEKANBARU (pekanbarupos.co)-Kisah inspiratif ini datang dari keluarga Kampriwoto dan Dwita Istarina. Lima buah hatinya memilih menempuh pendidikan tinggi kuliah di Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta.
Ya, kisah seperti ini memang jarang terjadi di Indonesia. Apalagi dalam satu keluarga, adik beradik satu kampus, bahkan satu sekolah sejak bangku SMA.
Namun bagi pasutri warga Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru itu, rupanya sudah menasbihkan semua anak-anaknya selepas tamat SMAN 8 Pekanbaru, harus menambah bekal ilmu, nyeberang ke Pulau Jawa, tepatnya di Daerah Istimewa Yogyakarya (DIY).
Mengikuti DNA akademik kakeknya, Yangkung Drh H Hamid Asmadi (Alm), tanpa keraguan kelima adik beradik itu, semuanya masuk ke Kampus Biru atau Kampus Kerakyatan (julukan Kampus UGM).
Kini, dari lima anak yang paling beruntung tersebut, 3 diantaranya sudah tamat kuliah di UGM. Mereka yakni Harumi Rizkita Ayuningrum SH MKn, Muh Pandu Priambodo SIP, dan Muh Haryo Jatinugroho SI Kom.
Sementara 2 lainnya, Muh Krishna Mulya, serta Karina Rahmanita Ayuningtyas- kini masih berkuliah di UGM, dengan jurusan berbeda.
Saat berbincang dengan wartawan, Rabu (16/4/2025), Kampriwoto, Ayah ke-5 anak ini mengaku, bangga dengan perjalanan pendidikan anak-anaknya itu.
“Alhamdulillah, ini sudah jalannya juga. Pastinya kami bangga sebagai orangtua. Apalagi ke-5 anak kami ini juga semuanya alumni SMAN 8 Pekanbaru. Sekarang, semuanya masuk kuliah di UGM,” kata Kampriwoto, yang diamini istrinya, Dwita Istarina.
Bagi Kampriwoto yang juga salah satu pendiri Ikatan Keluarga Jawa Riau (IKJR), ini merupakan hal baru dan pertama kali terjadi, satu keluarga almamater SMAN 8, lalu semuanya kompak masuk di universitas terbaik di Indonesia tersebut.
Peran orangtua dalam proses pendidikan anak memang sangat krusial. Meski sejatinya, sekolah yang baik adalah sekolah yang memberikan tempat bagi orangtua, untuk terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka.
Lalu, mengapa memilih UGM?
Ketua Umum Persatuan Masyarakat Jawa Timur (Permasa Jatim) ini menerangkan, dia selaku orangtua tentunya menginginkan semua anak-anaknya, mendapat pendidikan yang terbaik. Tidak harus ke luar negeri. Ini dilakukan sejak mereka SMA.
Begitu juga kenapa harus memilih UGM. Dengan pertimbangan yang sama, serta adanya dorongan moral sejak anak pertama masih SD, Kampriwoto sudah menyiapkan rumah di Yogyakarta.
“Sebenarnya ini mengalir saja dan doa keluarga besar. Kami siapkan rumah di Yogyakarta, kelak nanti di tempati anak-anak saat kuliah. Ternyata memang terjadi. Intinya, kami memang persiapkan lah untuk pendidikan anak-anak kami,” aku Ketua Umum Forum Komite Sma, Smk, SLB se Riau (Forkom Riau) ini lagi.
“Ya, UGM merupakan universitas peringkat terbaik, dengan jurusan yang cukup banyak. Apalagi di keluarga kami dari kakek juga alumni UGM,” katanya menambahkan.
Sebagai orangtua, tanggung jawab memberikan pendidikan kepada anaknya, tentunya punya harapan besar kelak ke depannya.
Yang pasti bagi keluarga besarnya, pendidikan adalah hal yang pokok, terutama pendidikan agama dan akhlak/etika. Sebab, pendidikan membentuk kecerdasan AQ maupun EQ seseorang.
Ini lah sebagai modal anak-anak nantinya, untuk terjun ke masyarakat. Pendidikan ini lah sebagai warisan berharga dari orangtua kepada anak.
“Harapan kami sebagai orangtua, tentu yang terbaik untuk mereka. Pastinya kami berharap kepada Allah SWT, semoga ilmunya bermanfaat bagi sesama,” pintanya.(yan)
Pekanbaru Pos Riau