KUANSING (Pekanbarupos.co)–Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kuantan Singingi mencapai Rp83 miliar per Juni 2025. Angka itu setara dengan 33,42 persen dari total target PAD tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp240 miliar.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kuansing, Drs Muradi menyampaikan pendapatan semester pertama bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah dan lain-lain pendapatan yang sah.
“Terget kita Rp240 miliar tahun ini.
Terealisasi hingga akhir Juni sebesar Rp83 miliar atau 33,42 persen,” kata Muradi saat ditanya Pekanbaru Pos di ruang kerjanya, Rabu (16/7).
Ia membeberkan bahwa pendapatan semeter pertama bersumber dari pajak daerah terealisasi sebesar Rp37,9 miliar dari target Rp117 miliar. Sementara retribusi daerah baru terealisasi Rp1,9 miliar dari target Rp14,5 miliar atau 13,59 persen.
“Dan lain-lain pendapatan yang sah tercapai Rp40,4 miliar dari targetnya Rp108 miliar atau 37,43 persen,” katanya.
Menurut Muradi, pajak daerah yang menyumbang PAD terbesar pada semeter pertama ini adalah Pajak Barang dan Jasa Tertentu atas Tenaga Listrik (PBJT). Pajak ini dibayarkan oleh konsumen akhir atas konsumsi tenaga listrik.
“Kontribusi terbesar sampai Juni adalah PBJT dengan capaian Rp12 miliar,” ungkapnya.
Kemudian kontribusi terbesar kedua kata Muradi, adalah Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dengan besaran Rp7 miliar.
“Terbesar kedua BBNKB dengan Rp7 miliar,” katanya.
Masih kata Muradi, rendahnya capaian pada beberapa sektor pajak dipengaruhi tingkat kepatuhan masyarakat yang masih belum optimal.
“Untuk mengatasinya, kita menggelar berbagai upaya intensifikasi, termasuk operasi kepatuhan,” katanya.
Meski capaian PAD baru mendekati setengah dari target tahunan, Bapenda tetap optimistis target Rp240 miliar dapat tercapai dengan meningkatkan kesadaran wajib pajak serta mendorong penagihan secara maksimal di semester kedua.
Ia juga mengimbau kepada OPD pengelola PAD agar memaksimalkan dalam melakukan penagihan atau pemungutan pajak dan retribusi daerah.
“Mengingat sisa waktu enam bulan lagi, kita berharap kepada OPD pengelola PAD agar memaksimalkan penagihan agar target itu bisa tercapai,” pinta Muradi.(Cil)
Pekanbaru Pos Riau