Jumat , 13 Februari 2026

Akses Jalan ke SMAN 2 Pangkalan Kerinci Terancam Putus, Kadis PUPR Turun Langsung ke Lokasi

PANGKALANKERINCI(pekanbarupos.co)-Harapan mulai terbit di tengah kekhawatiran. Akses satu-satunya menuju SMAN 2 Pangkalan Kerinci yang mengalami keretakan parah dan terancam ambruk kini mulai mendapat perhatian.

Kamis (31/7/2025) pagi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan, Irham Nisban, bersama tim teknis, turun langsung meninjau lokasi jalan di Jalan Batu Ampar, Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat.

Turut mendampingi Ketua Komite SMAN 2 sekaligus anggota DPRD Pelalawan, H Junaidi Purba, ST, M.Si, yang sejak awal menyuarakan kondisi genting ini. Dalam kunjungan tersebut, tampak dengan jelas badan jalan mulai menggantung di bibir tebing, sebagian telah retak, dan beberapa titik tergerus longsor.

Kondisi ini menjadi ancaman nyata bagi ribuan pelajar dan warga sekitar yang setiap hari menggantungkan mobilitasnya pada jalur ini. Bila jalan ini sampai terputus, bukan hanya aktivitas pendidikan yang lumpuh, tetapi juga denyut kehidupan warga setempat yang terhenti.

Menurut Irham Nisban, sebagai langkah awal, Dinas PUPR akan membahas kondisi ini secara teknis dan segera membuat parit darurat di sisi jalan. Tujuannya agar air hujan tidak lagi mengalir melintasi badan jalan yang mempercepat kerusakan.

“Kita kaji dulu secara teknis. Tapi dalam waktu dekat kita upayakan pembangunan parit agar air tidak menggerus jalan. Untuk rencana pembangunan turab atau penahan tebing, akan kita bahas lebih dalam karena membutuhkan anggaran dan analisa struktur,” jelas Irham di lokasi.

Sementara itu, Junaidi Purba yang akrab disapa Bang Gope menegaskan pentingnya langkah cepat. “Ini bukan sekadar jalan, tapi urat nadi pendidikan dan warga. Kita tidak bisa menunggu sampai putus total. Alhamdulillah hari ini sudah turun langsung Kadis PUPR. Mudah-mudahan segera ada solusi konkrit,” ujarnya.

Dengan adanya perhatian langsung dari dinas terkait, masyarakat berharap langkah nyata segera diwujudkan. Jangan sampai kerusakan ini menelan korban atau membuat para pelajar kehilangan akses ke sekolah mereka. Jalan ini bukan sekadar aspal tapi jembatan menuju masa depan.(amr)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *