Selasa , 30 Juni 2026
Foto Ppco : Camat Kuala Kampar Elrasyidi Albi melakukan tendangan perdana menandai pembukaan Turnamen Sepakbola Sebija Cup I Parit 4 Desa Sokoi, Kuala Kampar.

Kebun Kelapa Disulap Menjadi Lapangan Bola

KUALAKAMPAR (pekanbarupos.co) -Ini kisah inspiratif Pemuda Parit 4 di Ujung Pelalawan. Siapa sangka, di ujung selatan Kabupaten Pelalawan, tepatnya di Dusun 2 Parit 4, Desa Sokoi, Kecamatan Kuala Kampar, berdiri sebuah lapangan bola yang dulunya hanyalah kebun kelapa.

Dalam waktu hanya 10 hari, para pemuda desa berhasil menyulap lahan itu menjadi tempat pertandingan yang kini menjadi kebanggaan kampung. Lapangan Sepak Bola Parit 4.

Semua bermula dari mimpi sederhana namun tulus. Memiliki lapangan sepak bola sendiri. Bertahun-tahun, para pemuda Parit 4 harus “numpang” berlatih di lapangan desa tetangga. Mereka selalu ikut turnamen di luar desa, namun belum punya tanah sendiri untuk menyapa bola di tanah kelahiran mereka.

“Keinginan punya lapangan bola sudah lama. Dulu mereka harus latihan di Parit 2. Akhirnya, mereka sepakat iuran dan kerja bersama. Bahkan sampai ambil upah kerja, termasuk kerja tanam kabel PLN bawah tanah,” tutur Camat Kuala Kampar, Elrasyidi Albi, S.Sos., yang meresmikan langsung turnamen perdana Sebija Cup I 2025, Selasa (5/8/2025.

Dengan hasil kerja keras itu, lanjut Camat, mereka membeli kebun kelapa milik empat warga. lalu secara gotong royong dibantu kepala desa, kepala dusun, dan masyarakat mengubahnya jadi lapangan bola. “Semua alat dikerahkan, mulai dari mesin sinso, cangkul, hingga semangat tanpa pamrih,”ungkap Camat sambil menyebutkan turnamen Sebija I dimulai 4 -15 Agustus 2025 terdiri 2 kategori, dari U 40 dan Usia umum.

“Dan,mimpi itu benar-benar menjadi nyata. Hingga dilaksanakan turnamen dari Hati, untuk Satu Keturunan, Sebija Cup I ini,” imbuhnya.

Menurut Camat Kuala Kampar, sebagai simbol persatuan dan semangat satu darah, turnamen ini diberi nama Sebija Cup, dari kata “Sebija” yang berarti satu keturunan. Meski turnamen awal hanya diikuti oleh dua desa (Desa Sokoi dan Desa Sungai Emas) dengan enam klub yang bertanding, maknanya jauh lebih besar dari sekadar jumlah peserta.

“Kegiatan ini murni inisiatif pemuda. Semangat dan kebersamaan merekalah yang luar biasa,” puji Camat Elrasyidi.

Ia hadir langsung bersama unsur pimpinan Kecamatan Kuala Kampar, ada Sekcam, Bhabin Kamtibmas untuk meresmikan lapangan dan membuka turnamen itu.

“Meski belum tahu pasti berapa total hadiah yang disiapkan panitia, namun hadiah terbesar justru bukan materi, melainkan harga diri dan kebanggaan sebuah generasi muda yang mampu membangun mimpi dengan tangan mereka sendiri. Mereka tidak meminta dibuatkan lapangan kepada pemerintah atau pihak lain, tapi bertungkus lumus bekerjasama untuk mewujudkan mimpi mereka,”paparnya.

Camat menambahkan, terbentangnya lapangan sepakbola yang awalnya diinisiasi pemuda Edi dan teman-teman hendaknya juga menjadi inspirasi untuk Pelalawan, inspirasi untuk Indonesia.

“Usaha keras pemuda dan masyarakat ini adalah pengingat bahwa perubahan tak selalu menunggu anggaran besar atau program pemerintah. Terkadang, perubahan justru datang dari tanah desa, dari anak-anak muda yang tak rela hanya jadi penonton dalam hidup mereka sendiri,” bebernya bangga.

Lanjut Camat, yang memiliki suara emas saat menjadi penyiar Radio Pemda Pelalawan ini, pemuda Parit 4 telah mengajarkan bahwa mimpi itu bisa dibeli dengan keringat, disiram dengan semangat, dan tumbuh dari kebersamaan.

“Dan kini, dari kebun kelapa yang sederhana, tumbuh harapan besar yang akan terus bergulir di lapangan bersama bola, semangat, dan doa-doa dari tanah Kuala Kampar,” pungkas Elrasyidi Albi.(amr)

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *