Rabu , 14 Januari 2026

SPI Internal Memuaskan, SPI Eksternal Kurang, Ini Langkah Inspektorat Rokan Hilir

BAGANSIAPIAPI (pekanbarupos.co) – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir mengikuti kegiatan Rapat bersama KPK melalui zoom virtual membahas terkait Survey Penilaian Integritas (SPI). Kabupaten Rokan Hilir menjadi salah satu Daerah yang memiliki Survey Penilaian Integritas (SPI) terendah secara Eksternal namun dalam SPI Internal berada dalam penilaian tertinggi.

Rapat itu di ikuti oleh Sekretaris Daerah Rohil Fauzi Efrizal, M.Si didamping Kepala Inspektorat Rohil Inspektur Sarman Syahroni, M.Ip serta dihadiri sejumlah Kepala OPD. Mereka mendengarkan arahan yang disampaikan oleh KPK terkait capaian SPI yang sudah dijalankan.

“Tadi kami melaksanakan zoom meeting bersama KPK, ini tidak hanya Rohil saja namun diikuti 12 kab kota di Riau, rapat virtual ini dilakukan karena capaian Survey Penilaian Integritas (SPI) masih rendah salah satu nya di Rohil, tadi kita sudah mendengar apa yang disampaikan oleh KPK, ini harus betul betul menjadi perhatian kita agar nilai spi tidak terlalu rendah,” kata Sekda Rohil Fauzi Efrizal, M.Si usai mengikuti Rapat Virtual bersama KPK terkait SPI, kamis (25/9/2025).

Sekda menyebutkan untuk Survey Penilaian Integritas secara internal yang dilakukan jajaran pemerintahan sudah memenuhi nilai maksimum namun penilaian SPI ditingkat eksternal yakni melibatkan masyarakat umum masih rendah.

“Kalo kita melihat untuk SPI secara internal sudah mencapai target yakni nilainya 100, sementara yang jadi masalah saat ini bagi dinas dinas yang melaksanakan pelayanan terhadap masyarakat, nilai SPI eksternal mereka rendah, nah, ini perlu kita lakukan sebuah upaya bagaimana nilai SPI eksternal bagi dinas yang melaksanakan pelayanan masyarakat bisa mencapai target,” ujar Sekda.

Pemahaman masyarakat dalam mengisi kuisioner Survey Penilaian Integritas juga menjadi faktor kendala bagi setiap OPD untuk mencapai target dalam penilaian SPI. Untuk itu perlu dilakukan sosialisasi agar penilaian SPI itu dapat dilaksanakan dengan baik dan benar.

“Masyarakat yang kita layani kadang kadang tingkat pemahamannya berbeda beda dan di kuisioner itu juga banyak pertanyaan yang semestinya harus dijawab oleh masyarakat yang kita layani akan tetapi kadang keterbatasan pengetahuan dan waktu sehingga ini tak terpenuhi makanya capaian SPI eksternal masih rendah, dan saya berharap kepala OPD lakukan sosialisasi kemasyarakat,” pintanya.

Sementara itu Kepala Inspektorat Rohil Sarman Syahroni, M.Ip mengaku bahwa penilaian SPI secara eksternal masih rendah sebab survey itu melibatkan masyarakat umum yang mendapatkan secara langsung pelayanan di tingkat OPD.

“Untuk eksternal memang angkanya masih minim sebab yang disurvey itu adalah masyarakat, masyarakat yang mendapatkan pelayanan dari pemerintah daerah seperti di OPD Perizinan, Disdukcapil, RSUD dan Puskesmas dan yang lainnya. nah ini perlu kerjasama kita kepada masyarakat dan kami menghimbau kepada masyarakat yang mendapatkan untuk disurvey untuk mohon disupport sehingga survey ini bisa dilaksanakan dan bisa direalisasikan,” ungkapnya.

Bagi masyarakat yang tidak memahami cara mengisi kuisioner dalam SPI tersebut maka bisa berkoordinasi dan mendatangi langsung Kantor Inspektorat Rohil untuk mengisi kuisioner SPI itu.

“Apabila ada hal yang perlu ditanyakan terkait mengisi survey tersebut maka kami silahkan datang ke kantor inspektorat, kami siap memberikan pemahaman itu dan mari sama sama kita jawab pertanyaan itu untuk ditindaklanjuti,” ajak Sarman. (Adi)

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *