BAGANSIAPIAPI (pekanbarupos.co) — Setelah sempat ditahan selama 10 hari oleh aparat maritim Malaysia, 10 nelayan asal Kabupaten Rokan Hilir akhirnya kembali ke kampung halaman dalam kondisi selamat. Salah satu tekong kapal, Ramilis, menceritakan detik-detik bagaimana ia dan rekan-rekannya diamankan saat melaut di perairan perbatasan Indonesia–Malaysia.
Ramilis mengatakan kejadian bermula ketika mereka tengah mencari ikan di tengah cuaca buruk.
“Saat itu angin sangat kencang dan ombak besar. Karena berada di daerah perbatasan, tanpa kami sadari kapal masuk ke wilayah mereka. Tiba-tiba aparat maritim Malaysia datang dan mengatakan kami telah berada di wilayah mereka. Saat itu juga kami langsung dibawa,” ujarnya.
Setibanya di Malaysia, para nelayan menjalani proses interogasi dan wawancara terkait dugaan pelanggaran memasuki perairan negara lain. Namun, Ramilis mengaku perlakuan aparat cukup baik selama mereka berada dalam tahanan.
“Sesampainya di Malaysia, kami diperiksa dan diwawancarai. Alhamdulillah selama 10 hari di sana kami dilayani dengan baik. Kalau ada yang sakit langsung diobati, pokoknya diperlakukan dengan baik,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Ramilis menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam atas upaya pemerintah daerah yang telah memperjuangkan pemulangan mereka. Ia menyebut peran Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hilir, Dinas Perikanan dan Kelautan, HNSI, hingga Konsulat Malaysia sangat besar dalam mempercepat proses kepulangan.
“Saya mewakili teman-teman nelayan mengucapkan terima kasih banyak kepada Bupati dan Wakil Bupati, instansi terkait, serta Konsulat Malaysia yang sudah bernegosiasi sehingga kami bisa pulang. Alhamdulillah kami bisa kembali berkumpul dengan keluarga. Terima kasih banyak,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.(Adi)
Pekanbaru Pos Riau