Jumat , 23 Januari 2026

Pengendara Anak di Bawah Umur, tak Pakai Helm hingga Melawan Arus jadi Sasaran

Operasi Zebra Lancang Kuning Digelar Mulai 17-30 November

KUANSING (pepos)– Polres Kuantan Singingi melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Lancang Kuning 2025 di Lapangan Mapolres Kuantan Singingi sekira pukul 08.00 WIB, Senin (17/11)

Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolres Kuantan Singingi AKBP R. Ricky Pratidiningrat, dan turut dihadiri unsur TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait.

Apel dihadiri Pabung Kodim 0302 Inhu–Kuansing Mayor Inf Legimin, Wakapolres Kuansing Kompol Novaldi, Dinas Perhubungan, Satpol PP Kuansing, para Kabag, Kasat, Perwira, serta seluruh personel Polres Kuansing.

Kapolres AKBP R. Ricky Pratidiningrat menyampaikan bahwa Operasi Zebra Lancang Kuning 2025 digelar selama 14 hari mulai 17 hingga 30 November 2025 di seluruh wilayah hukum Polda Riau.

“Operasi dilaksanakan dengan mengedepankan langkah edukatif, persuasif, humanis, serta dukungan penegakan hukum berbasis elektronik baik statis maupun mobile,” katanya.

Kapolres menegaskan operasi ini merupakan bagian penting dalam upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang Operasi Lilin 2025.

Ia juga menyampaikan apresiasi bahwa Operasi Zebra 2024 lalu, Kabupaten Kuantan Singingi mencatat nihil kecelakaan lalu lintas, meski penindakan pelanggaran mencapai 1.265 tindakan.

“Kita berharap angka pelanggaran tahun ini dapat menurun. Edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum harus berjalan seimbang agar kesadaran masyarakat semakin meningkat,” ujar Kapolres.

Ia menjelaskan bahwa Operasi Zebra 2025 tetap fokus pada tujuh prioritas pelanggaran yang kerap menjadi penyebab kecelakaan, yaitu penggunaan handphone saat berkendara, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang.

“Tidak pakai helm atau safety belt, berkendara di bawah pengaruh alkohol, melawan arus, serta melebihi batas kecepatan sasaran kita,” katanya.

Kapolres juga memberikan arahan kepada seluruh personel untuk melaksanakan operasi dengan profesional, mematuhi SOP, serta menghindari tindakan kontraproduktif seperti pungli.

“Laksanakan tugas dengan simpatik dan humanis tanpa menimbulkan keluhan dari masyarakat. Utamakan keselamatan dan selalu berdoa sebelum bertugas,” tegasnya. (cil)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *