Sabtu , 13 Desember 2025

Harga Sembako di Kuansing Hari Ini, Cabai Turun, Bawang Merah Naik

KUANSING (pekanbarupos.co)–Harga sembako di sejumlah pasar di Kota Telukkuantan terus mengalami fluktuasi dari hari ke hari. Pada, Selasa (2/12/2025) hargai cabai turun dan bawang merah naik.

Sementara bahan pokok lainnya relatif stabil tanpa perubahan berarti, seperti minyak dan beras.

Hasil pantauan Dinas Kominfo Kuansing terhadap harga sejumlah bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Telukkuantan sejumlah bahan pokok mengalami penurunan harga.

“Harga cabai turun dari harga minggu lalu,” ujar Kadis Kominfo Kuansing, H Doni Aprialdi melalui Sekretaris, Hevi H Antoni kemarin.

Masih kata Hevi, pemantauan harga ini dilakukan sebagai bentuk transparansi informasi pemerintah daerah sekaligus memastikan kondisi harga pangan tetap terkendali menjelang akhir tahun.

“Agar masyarakat juga mengetahui perkembangan harga yang terjadi di pasar,” katanya.

Hasil pantauan di lapangan, harga cabai mengalami penurunan setelah pasokan dari Curup, Bengkulu masuk ke Kuansing. Harga cabai berada di kisaran Rp100.000 per kilogram, turun dari sebelumnya Rp120.000 per kilogram.

“Masuknya pasokan cabai dari daerah penghasil, harga mulai stabil. Penurunan ini diharapkan terus bertahan agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” kata Eni, salah seorang pedagang sembako.

Meski demikian, kata Eni, harga bawang justru mengalami kenaikan dari harga sebelumnya Rp35 ribu perkilogram menjadi Rp50 ribu perkilogram.

“Harga cabai turun, tapi bawang malah naik menjadi Rp50 ribu perkilo,” kata Eni.

Sementara itu, Kabag Ekonomi Setda Kuansing, Dr Trian, menjelaskan hasil zoom Penanggulangan Inflasi Dearah, bahwa secara nasional rata-rata terjadi inflasi pada triwulan IV.

“Inflasi tertinggi di Riau berada di Tembilahan sebesar 5,57 persen,” katanya.

Menurut Trian, Kabupaten Kuansing juga termasuk tinggi, namun tetap terkendali karena berada dalam kelompok IHK bersama Pekanbaru, Kampar, dan Indragiri Hulu.

“Kenaikan harga terutama terjadi pada komoditas cabai dan bawang serta sayur mayur akibat bencana alam di daerah pemasok, seperti Sumbar, dan Sumut,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa inflasi di Kuansing masih tergolong ringan. Inflasi ringan dihitung dari kenaikan harga tahunan sekitar 10 persen, sementara kenaikan yang terjadi di Kuansing masih di bawah itu dan sifatnya sementara.

“Yang perlu kita waspadai justru inflasi akibat peningkatan permintaan (demand inflation), terutama menjelang Natal dan Tahun Baru 2026,” tutup Dr Trian.(cil)

About Syaifullah Syaifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *