BANTAN (pekanbarupos.co) — Dunia pendidikan di Kecamatan Bantan kembali mendapat sorotan setelah seorang guru berinisial M di SDN 26 Desa Muntai Barat diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap dua muridnya pada Senin (24/11/2025). Peristiwa ini memicu keprihatinan dari orang tua, komite sekolah, hingga pihak Dinas Pendidikan.
Menurut keterangan keluarga korban, Rizal, insiden terjadi pada jam istirahat menjelang akhir pelajaran. Saat itu, seorang murid laki-laki berdiri di depan pintu kelas ketika oknum guru M tiba-tiba marah setelah melihat sampah di dekat murid tersebut.
Tanpa memberikan penjelasan ataupun peringatan, guru M disebut langsung menerjang dan mendorong murid tersebut. Murid itu mengaku tidak membuang sampah tersebut, namun guru M justru kembali mencubit dan mendorongnya.
Seorang murid perempuan yang melihat kejadian berusaha menegur guru M, meminta agar tidak melakukan kekerasan terhadap temannya. Namun teguran itu justru membuat guru M semakin emosi. Guru tersebut kemudian diduga membentak dan mencubit murid perempuan itu hingga tersandar di pintu kelas.
Komite Sekolah SDN 26 Bantan menyayangkan tindakan yang diduga dilakukan oleh oknum guru tersebut. Arianto, salah satu anggota komite, menegaskan bahwa kekerasan tidak boleh terjadi dalam proses pendidikan.
“Kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan. Kami meminta Dinas Pendidikan segera melakukan evaluasi terhadap guru tersebut agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Pekanbaru Pos menghubungi Korwil Kepala UPT Disdik Kecamatan Bantan, Fahmi, pada Kamis (4/12/2025). Fahmi menyatakan pihaknya masih menunggu pertemuan dengan keluarga korban untuk mendapatkan penjelasan langsung.
“Kami berharap masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Namun investigasi tetap akan kami lakukan, dan jika diperlukan akan ada sanksi kepada oknum guru tersebut,” tegasnya.
Pekanbaru Pos juga telah mencoba menghubungi Kepala SDN 26 Bantan, Hendri, melalui pesan WhatsApp dan telepon. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak sekolah terkait dugaan kekerasan tersebut.
Kasus ini menambah deretan permasalahan yang menjadi perhatian di dunia pendidikan Kecamatan Bantan. Masyarakat dan orang tua berharap penyelesaian dilakukan secara profesional agar keamanan, kenyamanan, dan kelayakan lingkungan belajar dapat kembali terjaga.(Mil)
Pekanbaru Pos Riau