Minggu , 15 Maret 2026

Tuntut Perbaikan Jalan dan Serap Tenaga Lokal, Warga Kuba Geruduk PT PHR di Pinang GS

KUBA (pekanbarupos.co) – Ratusan warga yang tergabung dalam Ormas Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kecamatan Kubu dan Kubu Babussalam menggelar aksi damai di area Pinang GS, Kepenghuluan Teluk Nilap, Kabupaten Rokan Hilir, Senin (8/12/2025) sekitar pukul 14.00 WIB. Aksi ini ditujukan kepada PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan sejumlah subkontraktor yang beroperasi di wilayah tersebut.

Massa menuntut PT PHR untuk segera memperbaiki Jalan Lintas Kubu dari Pinang GS menuju Kilometer 0 yang mengalami kerusakan parah. Selain itu, mereka juga meminta perusahaan dan subkontraktornya memberikan porsi lebih besar bagi tenaga kerja lokal dalam perekrutan, serta memenuhi beberapa tuntutan lainnya terkait lingkungan dan operasional perusahaan.

Aparat dari Polres Rohil, Polsek Kubu, dan personel Koramil 04 Kubu tampak berjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif. Hadir pula Camat Kubu Babussalam Hasan Usman S.Pd., M.M., Penghulu Teluk Nilap H. Gamal Bacik, serta Anggota DPRD Rohil Zahrul Saufi SE.

Di tengah aksi, massa sempat mengusir Humas PT PHR yang dinilai tidak mampu mengambil keputusan terkait tuntutan warga. “Jika bapak tidak bisa mengambil keputusan saat ini, silakan pulang,” ujar salah satu orator, Husni Hasan.

Menanggapi situasi tersebut, Humas PT PHR, Wahyu, menjelaskan bahwa dirinya ditugaskan manajemen untuk menampung seluruh aspirasi masyarakat. Ia menyebut, seluruh tuntutan akan dibahas di tingkat manajemen.

“Terkait perbaikan jalan, kami sudah mulai melakukan perbaikan dengan sistem trek up. Namun untuk tahap pengaspalan, masih menunggu proses pengajuan anggaran ke pusat karena kami merupakan perusahaan BUMN,” terang Wahyu.

Camat Kubu Babussalam, Hasan Usman, mengatakan aksi sempat memanas namun berakhir aman dan tertib. Ia membenarkan bahwa mediasi sebelumnya antara warga dan PT PHR pada Kamis (27/11/2025) belum menemukan titik temu sehingga memicu aksi kali ini.

Menurutnya, tuntutan perbaikan jalan menjadi yang paling mendesak karena kerusakan di sejumlah titik mencapai lebih dari 20 kilometer. “Dulu PT PHR sudah pernah mengaspal sekitar 18 kilometer, tapi sekarang ada kerusakan baru yang cukup panjang. Ini yang menjadi tuntutan masyarakat,” jelas Hasan.

Selain kondisi jalan, warga juga mengeluhkan rumput liar di area sekitar pipa minyak yang tidak terawat, tumpahan tanah kuning yang berceceran di badan jalan, serta bahaya jalan licin saat hujan. Mereka juga menegaskan kembali permintaan agar perusahaan lebih mengutamakan tenaga kerja lokal.

Hasan menambahkan, PT PHR dijadwalkan kembali bertemu masyarakat pada Jumat (12/12) untuk melanjutkan pembahasan tuntutan warga.(Zul)

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *