PEKANBARU (pekanbarupos.co) — Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, menghadiri Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Arahan Presiden Republik Indonesia terkait mitigasi bencana hidrometeorologi yang dirangkai dengan High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau, di Balai Serindit, Pekanbaru, Senin (8/12/2025).
Rapat strategis tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau, para bupati dan wali kota se-Provinsi Riau, pimpinan instansi vertikal, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi sekaligus menjaga stabilitas harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

Dalam forum tersebut, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Panji Achmad, menyampaikan paparan komprehensif mengenai perkembangan inflasi nasional dan regional. Ia menjelaskan bahwa inflasi nasional pada November 2025 tercatat sebesar 0,17 persen atau secara tahunan mencapai 2,72 persen.
Menurut Panji, kenaikan inflasi nasional dipengaruhi oleh meningkatnya harga emas perhiasan yang telah mengalami tren kenaikan selama 27 bulan berturut-turut, serta tarif angkutan udara yang memberikan tekanan pada kelompok transportasi. Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga menyumbang inflasi, terutama dari komoditas bawang merah dan wortel.
Sementara itu, Provinsi Riau pada November 2025 justru mengalami deflasi sebesar 0,22 persen, lebih rendah dibandingkan deflasi pada bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,06 persen. Secara kumulatif, inflasi tahunan Riau dari Januari hingga November 2025 berada pada kisaran 3,63 persen hingga 4,72 persen, sedikit di atas target inflasi nasional sebesar 2,5 ±1 persen.

Panji menjelaskan bahwa deflasi di Riau dipengaruhi oleh penurunan harga sejumlah komoditas, seperti cabai merah, jengkol, petai, kentang, serta produk sabun. Namun demikian, kenaikan harga bawang merah, tarif angkutan udara, emas perhiasan, ayam hidup, dan daging ayam ras masih menahan penurunan inflasi agar tidak lebih dalam.
“Emas perhiasan tetap menjadi komoditas yang paling konsisten mendorong inflasi di seluruh kabupaten dan kota, sementara daging ayam ras turut memberikan tekanan di beberapa wilayah Provinsi Riau,” ujar Panji Achmad.
Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, menyambut baik paparan tersebut dan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir untuk terus bersinergi dengan TPID Provinsi Riau dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan, khususnya menjelang HBKN. Selain itu, Pemkab Rohil juga mendukung penuh langkah-langkah kesiapsiagaan dan mitigasi bencana hidrometeorologi sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun keselarasan kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam pengendalian inflasi, penguatan ketahanan ekonomi daerah, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Provinsi Riau.(ADV)
Pekanbaru Pos Riau