PEKANBARU (pekanbarupos.co) — Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Dr. Agus Hafi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP, menegaskan pentingnya penerapan strategi mitigasi bencana yang komprehensif dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di Provinsi Riau. Penegasan tersebut disampaikan dalam Diskusi Mitigasi dan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi, yang melibatkan unsur pemerintah daerah, Forkopimda, serta pemangku kepentingan terkait.
Dalam paparannya, Pangdam menjelaskan bahwa mitigasi bencana harus dilakukan melalui pendekatan struktural dan nonstruktural secara seimbang dan saling melengkapi. Mitigasi struktural, seperti pembangunan dan penguatan tanggul, penataan sistem drainase, serta pembangunan fasilitas fisik pengendali banjir, memerlukan perencanaan matang, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan anggaran yang memadai.

Namun demikian, ia menilai bahwa mitigasi nonstruktural dapat menjadi langkah cepat dan efektif untuk menekan risiko bencana. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui gerakan pembersihan saluran air, normalisasi sungai dari sumbatan, serta peningkatan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
“Langkah-langkah nonstruktural ini memberikan dampak langsung terhadap kelancaran aliran air dan terbukti mampu menurunkan potensi banjir musiman, khususnya di wilayah rawan,” ujar Mayjen TNI Agus Hafi Waluyo.
Lebih lanjut, Pangdam menyoroti pentingnya membaca dinamika risiko bencana berdasarkan pengalaman empiris di masing-masing daerah. Menurutnya, perubahan iklim, peningkatan curah hujan ekstrem, serta potensi siklon tidak selalu dapat diprediksi secara akurat melalui pendekatan manajemen risiko konvensional.

Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menyusun worst-case scenario sebagai bagian dari perencanaan kesiapsiagaan. Skenario tersebut diharapkan mampu menggambarkan spektrum ancaman bencana secara menyeluruh, mulai dari banjir luapan sungai, banjir rob, hingga potensi gelombang pasang yang dapat meningkat seiring fenomena alam tertentu.
Melalui diskusi ini, Pangdam berharap terbangun sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat kesiapsiagaan serta meningkatkan ketahanan wilayah Provinsi Riau terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.(ADV)
Pekanbaru Pos Riau