PANGKALANKERINCI(pekanbarupos.co) Di halaman Kantor Bupati Pelalawan, Rabu pagi (31/12/2025), ribuan wajah tampak berseri.
Bukan karena gaji besar, bukan pula karena kemewahan jabatan. Di tangan mereka hanya sebuah map cokelat berlogo Garuda namun di sanalah tersimpan pengakuan atas pengabdian bertahun-tahun.
Sebanyak 3.816 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Pelalawan H Zukri Misran, SM, MM. Meski status paruh waktu dan penghasilan per bulan diperkirakan dibawah UMR, kebahagiaan tak mampu disembunyikan.
Usai pelantikan, pemandangan humanis tersaji di berbagai sudut. Ada yang berfoto bersama keluarga, menggenggam SK seolah tak ingin lepas. Ada yang tersenyum haru bersama rekan seperjuangan, sesama honorer yang telah belasan tahun mengabdi. Tak sedikit pula yang menerima cenderamata kecil, namun bermakna besar, simbol pengakuan negara atas jerih payah mereka.
Tak sedikit pula, sejumlah tempat kuliner yang ada diserbu para PPPK Paruh waktu yang dilantik untuk makan bersama.
Pelantikan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Pelalawan untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di sektor pelayanan publik pendidikan, kesehatan, dan teknis pemerintahan di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Bupati Zukri dalam pesannya menegaskan bahwa kebijakan PPPK Paruh Waktu bukan sekadar seremoni administratif, melainkan solusi realistis agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
“Kebutuhan tenaga kerja terus meningkat, sementara kondisi keuangan daerah harus kita kelola secara bijak dan bertanggung jawab. PPPK Paruh Waktu ini adalah solusi yang kita ambil,” ujar Bupati.
Ia menekankan bahwa status paruh waktu tidak boleh menjadi alasan untuk bekerja setengah hati. Justru, para PPPK diminta membuktikan bahwa kehadiran mereka mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Saudara-saudara harus bekerja profesional, penuh dedikasi, dan berintegritas. Kalian adalah wajah pemerintah di tengah masyarakat,” tegasnya.
Perhatian khusus juga diberikan kepada PPPK Paruh Waktu yang akan memasuki masa pensiun pada 2026 dan 2027. Pemerintah Kabupaten Pelalawan, kata Bupati, akan memprioritaskan kelompok tersebut untuk dievaluasi dan diupayakan menjadi PPPK Penuh Waktu, sesuai kemampuan keuangan daerah dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Kalau pun belum bisa seluruhnya, minimal ada peningkatan kesejahteraan. Yang penting bekerja dengan baik, serius, dan terus berdoa,” ungkapnya sambil meminta Sekdakab Pelalawan T Zulfan, SE yang juga hadir untuk melakukan evaluasi terhadap mereka yang pasca dilantik justru akan memasuki usia pensiun.
Bupati Zukri juga memberikan pesan khusus sesuai bidang tugas. Tenaga pendidik diminta menjadi teladan dan penggerak peningkatan kualitas pendidikan, tenaga kesehatan diminta memberikan pelayanan humanis dan merata hingga wilayah terpencil dan pesisir, sementara tenaga teknis dituntut adaptif terhadap perkembangan teknologi dan digitalisasi layanan pemerintahan.
Mewakili PPPK Paruh Waktu yang dilantik, Fauzi, S.Pd, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih. Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar PPPK Paruh Waktu merupakan tenaga honorer yang telah mengabdi selama belasan tahun.
“Ini momen bersejarah yang sangat kami nantikan. Pengangkatan ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus mengabdi,” ujarnya.
Hari itu, mungkin angka di slip gaji belum berubah signifikan. Namun bagi 3.816 PPPK Paruh Waktu Pelalawan, status dan pengakuan menjadi energi baru.
Di balik SK berlogo Garuda, tersimpan harapan, bahwa pengabdian, sekecil apa pun nilainya di angka, tetap berarti bagi negara dan masyarakat.(amr)
Pekanbaru Pos Riau