Minggu , 15 Februari 2026

Ribuan Penari Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal di Bengkalis

BENGKALIS (pekanbarupos.co) – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bengkalis turut ambil bagian dalam pemecahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek yang digelar Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Riau, Minggu (11/1/2026), di sepanjang Jalan Gajah Mada.

Kegiatan budaya tingkat provinsi ini diikuti seluruh GOW kabupaten/kota se-Provinsi Riau dengan total sekitar 6.000 penari. Jumlah tersebut berhasil mencatatkan rekor MURI sebagai penampilan Tari Zapin massal berkebaya laboh kekek terbanyak.

Ribuan peserta tampil serentak membawakan Tari Zapin dengan balutan kebaya laboh kekek, busana khas Melayu yang melambangkan keanggunan, kesopanan, serta identitas budaya masyarakat Riau.
Ketua BKOW Provinsi Riau, Adrias Hariyanto, menegaskan bahwa pelestarian budaya Melayu tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan merupakan upaya kolektif untuk menjaga keharmonisan sosial, martabat adat, dan nilai-nilai keagamaan.

“Pelestarian budaya Melayu hanya dapat terwujud melalui kebersamaan dan gotong royong. Kegiatan ini membuktikan bahwa dengan kesungguhan, kemandirian, dan solidaritas, organisasi wanita mampu menggerakkan agenda kebudayaan tanpa membebani anggaran pemerintah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang terlibat, seraya menegaskan bahwa kegiatan tersebut terlaksana tanpa menggunakan dana pemerintah, melainkan melalui kemandirian dan kreativitas organisasi wanita.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Harianto, turut memberikan apresiasi atas peran strategis organisasi wanita dalam menjaga dan menghidupkan kebudayaan daerah. Menurutnya, Tari Zapin merupakan warisan budaya Melayu yang memiliki nilai historis, religius, dan sosial yang harus terus dilestarikan serta diwariskan kepada generasi muda.

Tari Zapin yang ditampilkan berasal dari Zapin Meskom, varian khas Desa Meskom, Kabupaten Bengkalis. Zapin Meskom dikenal sebagai representasi budaya Melayu pesisir yang sarat nilai kesederhanaan, kekompakan, dan keselarasan gerak, serta berakar kuat pada tradisi Islam dan adat Melayu.

GOW Kabupaten Bengkalis di bawah kepemimpinan Ira Vandriani mengirimkan 32 peserta dari berbagai organisasi wanita. Keikutsertaan tersebut didukung kehadiran Ketua PKK Kabupaten Bengkalis, Siti Aisyah, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

Keseriusan peserta dari Bengkalis terlihat dari persiapan intensif melalui latihan rutin sebelum acara. Persiapan ini bertujuan menampilkan Tari Zapin terbaik dengan keseragaman gerak dan irama, sekaligus mencerminkan nilai filosofis Zapin Meskom sebagai identitas budaya Melayu Bengkalis.

Pemecahan Rekor MURI ini tidak hanya menjadi pencapaian nasional, tetapi juga simbol kebangkitan budaya Melayu di Riau. Kegiatan tersebut menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen daerah agar warisan budaya Melayu tetap hidup dan bermakna lintas generasi.***

About Jun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *